Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/5/2026). (Foto: ANTARA) TODAYNEWS.ID — Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, namun akan dijalankan dengan skema yang jauh lebih efisien.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan anggaran MBG yang sudah dipangkas dari Rp330 triliun menjadi sekitar Rp270 triliun masih berpeluang kembali dikurangi dalam beberapa bulan ke depan atas instruksi langsung Presiden.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, pemerintah akan melakukan efisiensi besar-besaran agar pelaksanaan program tersebut lebih efektif dan akuntabel.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah memangkas pagu anggaran MBG 2026 dari sekitar Rp330 triliun menjadi Rp270 triliun. Menurutnya, angka tersebut masih berpotensi kembali diturunkan dalam waktu dekat.
“Nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden,” kata Purbaya, dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Minggu (5/7/2026).
Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap program MBG. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan anggaran negara digunakan secara lebih tepat sasaran melalui pembenahan tata kelola.
Menurut dia, implementasi MBG pada tahap awal masih menemukan sejumlah persoalan sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Pemerintah memilih memperbaiki sistem pelaksanaan daripada mempertahankan pola yang dinilai belum optimal.
Untuk memperkuat pengawasan, Kementerian Keuangan akan melibatkan jaringan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di berbagai daerah dalam memantau penggunaan anggaran oleh setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Laporan hasil pemantauan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) apabila ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Mereka kasih laporannya ke saya. Nanti kalau memang jelek, saya akan laporkan ke BGN untuk dia ambil tindakan,” ujar Purbaya.
Ia menegaskan pemerintah juga menyiapkan sanksi anggaran apabila rekomendasi perbaikan tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Menurutnya, pemotongan anggaran dapat menjadi langkah lanjutan untuk memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan.
“Nah kalau nggak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu baru saya bisa potong anggarannya,” katanya.
Purbaya memastikan Presiden Prabowo terus mengikuti berbagai kritik dan masukan masyarakat terkait penggunaan APBN, termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menyebut berbagai evaluasi tersebut menjadi dasar pemerintah melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi tata kelola maupun efisiensi anggaran.
Bahkan, efisiensi itu tidak hanya dilakukan pada tahun berjalan, tetapi juga akan menjadi bagian dari penyusunan anggaran MBG pada tahun berikutnya agar program semakin efektif.
“Presiden mendengarkan kok masukan itu. Buktinya BGN kan diobrak-abrik dan dilakukan penghematan besar-besaran. Kita akan potong lagi dalam beberapa bulan ke depan. Anggarannya tahun depan juga akan kita turunkan lagi dan kita akan awasi sekarang dengan Kementerian Keuangan,” tegas Purbaya.