x

Di Balik Laga Dramatis Argentina vs Cape Verde, Ada Pelukan Messi yang Tak Akan Dilupakan Vozinha

waktu baca 3 menit
Minggu, 5 Jul 2026 08:38 39 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Sorak sorai di Miami Stadium perlahan mereda setelah Argentina memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sang juara bertahan memang menang 3-2 atas Cape Verde dalam laga yang menguras tenaga, tetapi kisah yang paling membekas justru lahir ketika lampu sorot mulai meredup dan para pemain meninggalkan lapangan.

Di tengah kekecewaan para pemain Cape Verde, sang kapten sekaligus penjaga gawang, Vozinha, berjalan menghampiri Lionel Messi.

Tidak ada selebrasi berlebihan, tidak pula ekspresi kemenangan yang mencolok dari sang megabintang Argentina. Yang terjadi justru sebuah pelukan hangat yang menghapus batas antara pemenang dan pecundang.

Cape Verde memang harus mengakhiri petualangan bersejarahnya di Piala Dunia. Namun, tim debutan asal Afrika itu meninggalkan kesan mendalam setelah memaksa Argentina bekerja hingga batas kemampuan untuk mengamankan kemenangan.

Di balik perlawanan tersebut, berdiri sosok Vozinha. Berkali-kali ia menjatuhkan diri, menepis bola, dan membuat para penyerang Argentina frustrasi. Tiga gol memang bersarang di gawangnya, tetapi puluhan ribu penonton menyaksikan bagaimana ia menolak menyerah hingga detik terakhir.

Penampilan itu rupanya tidak luput dari perhatian Messi. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, kapten Argentina itu memilih mendatangi sang penjaga gawang, bukan untuk merayakan kemenangan, melainkan memberikan penghormatan.

“Saya menghampiri Messi setelah pertandingan. Dia memeluk saya dan berkata, ‘Kamu hebat. Rakyatmu harus bangga padamu.’ Itu adalah momen yang luar biasa bagi saya,” ungkap Vozinha seperti dikutip NDTV Sports.

Bagi pemain berusia 39 tahun tersebut, kalimat sederhana itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pujian. Sebab, ucapan itu datang dari sosok yang selama bertahun-tahun menjadi inspirasi jutaan pesepak bola di seluruh dunia.

“Mendengar kata-kata seperti itu dari seseorang seperti Leo Messi sangat berarti bagi saya. Saya berterima kasih kepadanya dan berkata, ‘Terima kasih, Leo. Kamu adalah yang terbaik,'” tutur Vozinha.

Percakapan singkat itu ternyata belum berakhir. Sebelum berpisah, Vozinha memberanikan diri mengajukan satu permintaan yang mungkin menjadi impian banyak pemain: bertukar jersey dengan Messi.

“Saya bertanya apakah kami bisa bertukar jersey. Leo mengatakan dia akan memberikannya kepada saya di lorong pemain setelah sesi wawancara selesai,” kenangnya.

Di lorong stadion, janji itu ditepati. Messi menyerahkan jersey yang baru saja dipakainya dalam salah satu pertandingan tersulit Argentina di turnamen ini. Sebagai balasan, Vozinha memberikan jersey kebanggaan Cape Verde.

Bagi publik Argentina, laga itu akan dikenang sebagai pertandingan yang mengantarkan Albiceleste ke fase berikutnya. Namun bagi Cape Verde, pertandingan tersebut menjadi simbol bahwa mereka mampu berdiri sejajar dengan salah satu tim terbaik dunia.

Pelatih Cape Verde, Bubista, sebelumnya mengakui ruang ganti dipenuhi kesedihan karena timnya merasa begitu dekat untuk menciptakan kejutan.

Meski demikian, ia menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan tim berjuluk Blue Sharks itu.

Sementara bagi Vozinha, kenangan terindah justru bukan berasal dari penyelamatan gemilang ataupun tepuk tangan penonton. Yang akan terus tersimpan adalah pelukan seorang legenda sepak bola dunia yang memilih memberikan penghormatan kepada lawannya.

“Momen-momen seperti ini akan selalu terukir di dalam hati selamanya,” ujar Vozinha, mengenang malam ketika kekalahan berubah menjadi kenangan paling berharga dalam hidupnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor