x

Sekda Kota Bandung Dukung BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Program Peka, Dorong Ahli Waris Mandiri Secara Ekonomi

Laporan: Asep Awaludin

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Sep 2026 11:33 28

TODAYNEWS.ID – Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (Peka) yang digagas BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Sekda, program ini merupakan upaya dalam mendorong penerima manfaat dan ahli waris agar mampu mengelola santunan secara produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun masyarakat yang produktif dan mandiri.

“Jaminan sosial tidak cukup hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga harus mampu mendorong masyarakat untuk produktif, mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi,” ujar Iskandar.

Ia menilai, kesejahteraan masyarakat tidak dapat dibangun pemerintah sendirian. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.

Melalui program Peka, penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan santunan maupun manfaat jaminan sosial diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi, termasuk melalui peningkatan keterampilan, akses pembiayaan, edukasi keuangan, serta pendampingan usaha.

“Pemerintah Kota Bandung tentu akan terus mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi yang memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk tumbuh. Kita ingin masyarakat Bandung tidak hanya menjadi objek program, tetapi menjadi subjek pembangunan yang aktif, produktif dan mandiri,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menjelaskan, program Peka lahir dari evaluasi terhadap penyaluran manfaat jaminan sosial kepada peserta maupun ahli waris.

Ia mencontohkan seorang ahli waris yang menerima santunan sekitar Rp281 juta setelah suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan saat bekerja.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana santunan dalam jumlah besar dapat dikelola agar memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.

“Harapannya manfaat dan tabungan yang mereka terima jangan hanya menjadi konsumtif, tetapi benar-benar menjadi produktif dan insyaallah juga malah bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” kata Saiful.

Program Peka mengusung pendekatan pelatihan, pendanaan, dan pemasaran.

Para peserta diarahkan mengikuti pelatihan sesuai minat dan kebutuhan, kemudian memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha serta mendapatkan akses pembiayaan lanjutan.

BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong pemasaran produk peserta melalui ekosistem digital dan jaringan mitra.

Dengan demikian, peserta tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga diarahkan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Saiful menyampaikan, program tersebut telah dipilotkan sejak 4 Juli 2026 dan saat ini dilaksanakan secara serentak di 37 provinsi pada 41 titik. Hingga pelaksanaan kegiatan di Bandung, tercatat 2.736 peserta telah mendapatkan pelatihan.

Ia menargetkan setidaknya 10 persen peserta yang mengikuti program pada 2026 dapat mulai produktif dalam tiga hingga empat bulan ke depan.***

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor