Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menyoroti tajam pelemahan nilai tukar rupiah yang kini telah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap biaya impor, dunia usaha, dan daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam waktu yang lama.
“Nilai tukar rupiah harus menjadi perhatian khusus,” kata Amin Ak pada Sabtu (6/6/2026).
Meski begitu, Amin menyadari bahwa tekanan terhadap mata uang lokal tidak lepas dari dinamika geopolitik dan kebijakan suku bunga global yang fluktuatif. Kendati demikian, faktor eksternal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap pasif.
“Kita memahami ada faktor global yang kuat, tetapi pemerintah bersama otoritas moneter perlu memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga agar tidak menimbulkan efek lanjutan terhadap sektor riil dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, Amin berharap pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia juga mendorong penguatan iklim investasi, peningkatan transparansi kebijakan, serta langkah-langkah yang mampu menarik kembali arus modal ke pasar domestik.
“Kita ingin pasar modal Indonesia kembali menjadi tujuan investasi yang menarik. Karena itu, stabilitas harus dijaga, kepastian harus diperkuat, dan kepercayaan investor harus dipulihkan,” ujar Amin.
“Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan kebijakan yang tepat, saya yakin Indonesia mampu melewati fase tekanan ini dengan baik,” demikian Amin menambahkan.