Pengawas SPPG Bandung Barat, Fauzan Azima saat meninjau SPPG di Padalarang. Senin (14/9). (Istimewa) TODAYNEWS.ID – Sebanyak 15 siswa dan seorang guru SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan.
Secara keseluruhan, berdasarkan pendataan sementara pihak sekolah, terdapat 45 siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah siswa lainnya telah mendapatkan pengobatan di klinik dan diperbolehkan kembali ke rumah.
Kepala SDN 2 Cipeundeuy, Ratna Susilowati, mengatakan gangguan kesehatan mulai diketahui pihak sekolah pada Kamis (10/9/2026). Saat itu, seorang siswa mengalami muntah di sekolah, sedangkan siswa lainnya mengalami diare.
“Kamis itu awalnya ada anak yang muntah di sekolah, kemudian ada juga yang mengalami diare. Kami langsung meminta mereka pulang lebih awal supaya bisa mendapatkan penanganan dan beristirahat,” kata Ratna saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).
Kondisi tersebut kemudian berkembang pada Jumat (11/9/2026). Pihak sekolah menerima laporan adanya sejumlah siswa yang mengalami sakit hingga harus dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Dari pendataan sementara, sekitar 40 siswa yang sebelumnya tidak masuk sekolah karena mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan pengobatan di klinik. Mereka tidak perlu menjalani rawat inap dan diperbolehkan pulang.
Sementara itu, sebanyak 17 orang sempat dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapat suntikan serta obat, empat orang di antaranya diperbolehkan pulang.
“Untuk data terakhir yang kami terima, ada 15 anak dan satu orang guru yang masih dirawat,” ujarnya.
Para siswa dan guru tersebut menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Satu orang dirawat di Harapan Sehat, satu orang di Permata Merdeka, sementara lainnya mendapat penanganan di IMC dan Cibabat.
Di tengah munculnya kasus tersebut, pihak sekolah turut menelusuri makanan yang dikonsumsi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratna menyebut siswa menerima makanan MBG selama tiga hari berturut-turut, yakni Rabu hingga Jumat.
Pada Rabu, menu yang dibagikan berupa nasi, ayam kecap dan semangka. Kemudian pada Kamis, siswa mendapatkan kentang goreng, telur dan jeruk. Sedangkan menu Jumat terdiri atas nasi dan chicken ball.
Meski demikian, Ratna mengatakan pihak sekolah tidak menerima keluhan dari siswa terkait makanan yang dibagikan selama tiga hari tersebut.
“Selama tiga hari itu tidak ada komplain dari anak-anak. Tidak ada yang menyampaikan kalau makanannya berbau atau teksturnya mencurigakan,” katanya.
Pihak sekolah hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan. Ratna mengatakan sekolah belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Cipeundeuy untuk sementara dilakukan secara jarak jauh. Kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan arahan pengawas bina dan Dinas Pendidikan KBB.
“Untuk hari ini PJJ dilakukan terlebih dahulu selama satu hari. Ini bagian dari observasi untuk melihat perkembangan kondisi anak-anak,” ujarnya.
Menurut Ratna, PJJ juga memberikan kesempatan kepada guru untuk memantau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan maupun yang berada di rumah.
“Kami ingin melihat kembali kondisi anak-anak yang sedang dirawat maupun yang ada di rumah. Guru-guru juga terus melakukan observasi dan memantau perkembangan mereka,” pungkasnya. ***