x

Pengamat Nilai Merger Gerindra-NasDem Potensi Reproduksi Konflik Internal

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 15:49 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyoroti dampak internal dari wacana merger atau penggabungan antara Partai Gerindra dan Partai NasDem.

Ia menilai penyatuan dua partai besar hampir pasti akan melahirkan dinamika baru, termasuk potensi menguatnya faksi-faksi internal.

“Artinya, jika dua entitas yang lahir dari pengalaman fragmentasi tersebut kembali disatukan, potensi reproduksi konflik internal bukan tidak mungkin terjadi dalam bentuk baru,” kata Arifki pada Selasa (14/4/2026).

Pasalnya kata Arifki, berdasarkan pengalaman historis menunjukkan bahwa figur-figur kunci seperti Prabowo Subianto dan Surya Paloh yang sama-sama berlatar belakang Partai Golkar, justru akan membangun kendaraan politik baru.

Arifki menilai wacana merger Partai Gerindra dan Partai NasDem merupakan respons atas kerasnya kompetisi dan tarik-menarik kepentingan antar faksi di internal Partai Beringin.

“Merger bukan hanya menyatukan kekuatan, tetapi juga kepentingan. Di situlah faksi-faksi akan muncul, dan ini bisa memengaruhi arah keputusan strategis, termasuk dalam penentuan dukungan capres,” katanya.

Ia menambahkan, NasDem pada Pemilu 2024 memiliki kecenderungan progresif dengan mengusung isu perubahan. Karakter tersebut berpotensi mengalami penyesuaian jika berada dalam satu blok kekuasaan yang lebih besar.

Namun dalam konteks itu, Arifki melihat NasDem menghadapi dilema strategis: tetap mempertahankan peran sebagai pengusung alternatif, atau bertransformasi menjadi bagian dari arus utama kekuasaan.

“Jika wacana merger terealisasi, maka peluang NasDem untuk memanfaatkan skenario ambang batas nol persen (PT 0%) pada Pilpres 2029 juga berpotensi tertutup,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
11 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x