x

OMC di Kalbar Buahkan Hasil, Hujan Bantu Redakan Karhutla

waktu baca 3 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 17:52 35 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).

Operasi tersebut disebut berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah rawan karhutla. Hujan membantu membasahi lahan gambut, mendinginkan area terdampak, serta menekan kemunculan titik api baru.

BMKG menjalankan operasi tersebut bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah.

Tim BMKG memantau pergerakan massa awan, arah angin, dan tingkat kelembapan udara secara real-time. Data tersebut digunakan untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan agar operasi berjalan efektif.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto, mengatakan akurasi data cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan OMC.

“Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,” ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan data radar cuaca BMKG menjadi salah satu dasar bagi armada udara gabungan dalam menjalankan misi penyemaian awan.

Operasi dikendalikan dari Posko OMC di Pangkalan Udara Supadio, Kubu Raya. OMC di Kalbar dengan pembiayaan KLH/BPLH berlangsung pada 22 Agustus-4 September 2026.

“Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,” kata Budi.

Hujan kemudian terpantau di sejumlah wilayah, antara lain Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Hujan tersebut membantu meningkatkan kelembapan tanah gambut dan menurunkan suhu di area terdampak.

Selain itu, hujan turut membantu menipiskan kabut asap dan mengurangi potensi munculnya titik api baru.

OMC Juga Digelar di Kalteng

OMC juga dilakukan di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 26 Agustus-5 September 2026. Dalam operasi tersebut, tercatat 10 sorti penerbangan dengan total 8.000 kilogram NaCl.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.

Melihat hasil operasi dan kebutuhan di lapangan, pemerintah memperpanjang pelaksanaan OMC di Kalbar dan Kalteng. Operasi lanjutan berlangsung pada 5-14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB.

Seto mengatakan pemanfaatan teknologi analisis cuaca dalam OMC menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam menangani bencana ekologis.

“Pemerintah tidak lagi sekadar melakukan pemadaman reaktif saat api membesar, melainkan memprioritaskan tindakan pencegahan dini yang terukur,” kata Seto.

BMKG menyatakan akan terus memberikan dukungan analisis meteorologi dalam pelaksanaan OMC. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas udara, membasahi ekosistem gambut, dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
1 day ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor