x

Ketua Parlemen Iran Sentil Menkeu AS soal Minyak dan Pasar Obligasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 21:00 25 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan sindiran keras kepada Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent.

Ghalibaf menyinggung kondisi cadangan minyak strategis AS, imbal hasil obligasi pemerintah, hingga kenaikan harga minyak berjangka.

Ia secara langsung menyebut nama Bessent dan mempertanyakan langkah pemerintah AS menghadapi tekanan di pasar energi dan keuangan.

“Pukul lebih keras, jagoan. Seolah kariermu bergantung padanya (karena memang begitu),” kata Ghalibaf dalam unggahan di platform X miliknya, mengutip Jumat (4/9/2026).

Ia kemudian menyinggung cadangan minyak AS yang tersimpan di fasilitas bawah tanah berupa gua garam.

“Atau turunkan performamu di bawah zona bahaya dan saksikan gua-guamu runtuh (bersama dengan kariermu). Atau berdoalah kepada dewa garam Bryan Mound. Dunia sudah menyiapkan popcornnya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump menghadapi tekanan terkait pasar obligasi dan energi.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Bessent sebelumnya menjalankan operasi pembelian kembali atau buyback di pasar obligasi pemerintah AS.

Salah satu fokusnya adalah surat utang bertenor 10 tahun yang diharapkan dapat membantu menekan imbal hasil jangka panjang sekaligus mengurangi biaya pinjaman pemerintah.

Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya mendapat respons positif dari pasar. Imbal hasil obligasi AS masih berada pada level tinggi, bahkan mengalami kenaikan.

Sejumlah pengamat pasar, termasuk investor veteran Wall Street Stanley Druckenmiller, turut mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut dan mengingatkan adanya risiko terhadap stabilitas pasar.

Di sektor energi, AS juga mengandalkan Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) untuk menghadapi gangguan pasokan minyak akibat perang dengan Iran dan situasi di Selat Hormuz.

SPR AS disimpan di gua-gua garam bawah tanah yang berada di Texas dan Louisiana. Salah satu fasilitas utamanya adalah Bryan Mound yang terletak di dekat pesisir Texas.

Penggunaan cadangan dalam jumlah besar turut memunculkan perhatian terhadap kondisi fasilitas penyimpanan. Pengambilan minyak dari gua garam dapat berkaitan dengan perubahan tekanan, stabilitas dinding gua, kondisi sumur, hingga kapasitas penyimpanan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, sejumlah pelaku perdagangan minyak membaca langkah dan pernyataan Bessent sebagai sinyal bahwa pemerintah AS berupaya mendorong harga minyak berjangka agar lebih rendah.

Namun, harga minyak berjangka Oman dan Uni Emirat Arab (UEA) justru bergerak naik. Harga tersebut bahkan telah menembus US$ 100 per barel dalam beberapa hari terakhir.

Kedua harga minyak tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar untuk melihat ekspektasi terkait arus perdagangan minyak melalui Selat Hormuz.

Kondisi itu membuat tekanan terhadap pemerintah AS semakin menjadi perhatian, terutama ketika kebijakan energi dan pasar keuangan berjalan beriringan di tengah ketegangan geopolitik dengan Iran.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor