x

Nusrtdinov Zayan Fatih Antar Tim Asia Raih Emas di Youth Olympic Dakar 2026

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 4 menit
Jumat, 6 Nov 2026 10:00 3

TODAYNEWS.ID — Atlet berkuda Indonesia, Nusrtdinov Zayan Fatih, turut mengantarkan Tim Asia meraih medali emas dalam kompetisi Continental Team yang digelar Federasi Equestrian Internasional (FEI) pada rangkaian Youth Olympic Games Dakar 2026.

Prestasi tersebut diraih setelah Tim Asia mencatatkan hasil terbaik dalam nomor mixed continental team event yang dihitung berdasarkan dua babak kualifikasi Individual Jumping, Kamis (5/11/2026).

Nusrtdinov yang akrab disapa Dinov memperkuat Tim Asia bersama tiga atlet lainnya, yakni Sresht Raju Mantena dari India, Alya Adnan Awadh Almheiri dari Uni Emirat Arab, dan Ruirui Sun dari China. Keempatnya berhasil membawa Tim Asia mengungguli lima tim kontinental lainnya.

Bertanding di Equestrian Centre, Diamniadio, Senegal, Dinov mencatatkan waktu 87,12 detik dengan delapan poin penalti pada kualifikasi pertama, 3 November 2026. Hasil tersebut menempatkannya di posisi ke-10.

Pada babak kualifikasi kedua, Dinov mencatatkan waktu lebih cepat, yakni 72,60 detik dengan empat poin penalti. Secara keseluruhan, ia mengumpulkan 12 poin penalti dan menempati urutan ke-11 dalam klasemen gabungan.

Berdasarkan hasil resmi pertandingan, Dinov juga memastikan tiket ke final Individual Jumping yang akan berlangsung Jumat (6/11/2026). Hasil dari dua babak kualifikasi tersebut turut menyumbang poin bagi Tim Asia dalam klasifikasi beregu FEI.

Kompetisi Continental Team diikuti 24 atlet yang terbagi dalam enam tim regional. Keenamnya mewakili Afrika, Eropa, Inter-Amerika, Amerika Selatan, Asia, dan Intercontinental, dengan masing-masing tim diperkuat empat atlet yang juga berkompetisi pada nomor individu.

Bagi Dinov, keberhasilan meraih emas bersama Tim Asia menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya di level internasional. Namun, ia belum ingin larut dalam perayaan karena masih harus menghadapi pertandingan final.

“Senang sekali dan cuma bisa bersyukur. Namun, besok masih ada satu pertandingan lagi, jadi saya akan tetap berusaha fokus. Saya hanya ingin menjaga kondisi fisik untuk final dan bertanding semaksimal mungkin. Karena kemenangan itu datang dari Tuhan,” ujar Dinov.

Adaptasi dengan Kuda Undian Jadi Tantangan

Selain menghadapi persaingan antaratlet, cabang equestrian di Youth Olympic Games Dakar 2026 menghadirkan tantangan tersendiri. Para peserta harus beradaptasi dengan kuda yang disediakan panitia melalui sistem undian atau borrowed horse.

Dinov mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membangun chemistry dengan kuda bernama Ucaral de Beaujour. Meski waktu adaptasi relatif singkat, ia merasa sudah cukup mengenali karakter kuda yang digunakannya.

“Kami harus beradaptasi dengan cepat. Setelah beberapa kali latihan, saya sudah cukup mengenal kuda yang saya gunakan, meskipun belum 100 persen. Namun, saya sudah bisa mengandalkannya,” jelas Dinov.

Kondisi cuaca panas di Dakar juga tidak menjadi kendala berarti bagi atlet Indonesia tersebut. Ia mengaku sudah terbiasa menjalani latihan dan aktivitas olahraga di luar ruangan.

“Karena saya sudah sering berolahraga di luar ruangan, menurut saya cuacanya tidak terlalu berbeda. Saya juga sangat senang bisa berada di Afrika,” tambahnya.

Kini, Dinov mengalihkan perhatian sepenuhnya untuk menghadapi final Individual Jumping. Ia diharapkan mampu mempertahankan fokus dan memberikan penampilan terbaik dalam pertandingan tersebut.

Sebagai catatan, medali emas Continental Team merupakan penghargaan dari FEI dan tidak masuk dalam penghitungan medali resmi Youth Olympic Games Dakar 2026.

Indonesia Masih Berpeluang Tambah Medali

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Youth Olympic Games Dakar 2026, Ita Yuliati, mengapresiasi kontribusi Dinov dalam keberhasilan Tim Asia meraih emas Continental Team FEI.

Menurut Ita, pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus tambahan kepercayaan diri bagi Dinov menjelang pertandingan final individu.

“Alhamdulillah, kami bangga dengan kontribusi Dinov untuk Tim Asia. Ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus menambah kepercayaan dirinya menjelang final individu. Kami berharap Dinov bisa menjaga fokus, tampil maksimal, dan menjadikan pengalaman di Dakar sebagai bekal untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade senior,” ujar Ita.

Berdasarkan klasemen sementara hingga pukul 17.00 waktu Dakar atau 00.00 WIB pada 6 November 2026, Indonesia menempati peringkat ke-37 dengan koleksi satu medali perak dan satu perunggu.

Medali perak dipersembahkan atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu dari nomor Men’s Changquan Combined. Sementara medali perunggu diraih pejudo Sashenka Cahaya Fatimah dari kelas -63 kg putri.

Peluang Indonesia menambah medali masih terbuka melalui empat atlet yang dijadwalkan bertanding pada tiga cabang olahraga. Selain Dinov di final Individual Jumping, perenang Michelle Surjadi Fang akan turun pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dan Reynard Delian Purwanto pada nomor 200 meter gaya bebas putra.

Sementara itu, atlet triatlon putri Aira Martha Adistri juga akan memulai perjuangannya dalam perlombaan yang berlangsung di Sally.

 

Editor: Aziz Arriadh

LAINNYA