Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Foto: Dok. Humas Komdigi TODAYNEWS.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan ketersediaan jaringan konektivitas digital bagi 62.000 unit rumah yang baru diserahkan pemerintah kepada masyarakat melalui Program Tiga Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa hunian layak pada era digital tidak lagi cukup hanya ditopang oleh infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, dan akses jalan. Ketersediaan jaringan digital kini telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan.
“Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru,” kata Meutya, dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (1/8/2026).
Meutya menjelaskan, pembangunan kawasan perumahan baru merupakan momentum strategis untuk membangun ekosistem digital sejak dini.
Melalui dukungan jaringan internet yang andal, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan digital, mulai dari pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan, hingga peluang ekonomi tanpa harus meninggalkan rumah.
“Setiap kawasan hunian baru harus disiapkan menjadi kawasan yang terhubung. Ketika keluarga menempati rumah baru, mereka juga harus memiliki akses untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses layanan publik secara digital,” kata Meutya.
Ia menegaskan, Kemkomdigi akan terus memperluas pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi agar sejalan dengan pengembangan infrastruktur fisik nasional.
Adapun saat ini, cakupan jaringan 4G di kawasan permukiman Indonesia telah mencapai sekitar 97,45 persen. Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong penetrasi fixed broadband berbasis serat optik (fiber optic) sebagai fondasi utama transformasi digital.
Langkah ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan hunian yang tidak sekadar layak, tetapi juga produktif bagi penghuninya.
“Visi Presiden Prabowo membangun Indonesia tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif. Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan digital harus berjalan bersama sehingga setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, tersedianya akses internet di kawasan hunian baru akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk mendukung pola kerja jarak jauh, pengembangan UMKM berbasis rumah, pemanfaatan layanan kesehatan digital, hingga kemudahan dalam mengakses berbagai layanan pemerintah secara daring.