x

Amankan Pasokan Pangan IKN dari El Nino, Komisi IV DPR RI Dorong Mitigasi Cepat di Kalsel

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 20:07 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau biasa disapa Titiek Soeharto, menegaskan pentingnya langkah mitigasi cepat untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Langkah ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional, terlebih posisi Kalsel sangat strategis sebagai pemasok pangan utama untuk wilayah Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Titiek menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kalsel berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal selama musim kemarau tahun ini.

Kondisi tersebut memicu risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunan produktivitas di sektor pertanian dan peternakan.

“Kondisi tersebut memerlukan langkah mitigasi yang cepat, terintegrasi dan berbasis data,” ujar dia pada kunjungan kerja Komisi IV DPR RI dalam rangka menghadapi dampak El Nino di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Titiek, Kalsel saat ini mencatat skor Indeks Ketahanan Pangan tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 81,26. Angka ini menjadikan Kalsel sebagai pilar penting penyangga pangan nasional.

Jika dampak El Nino di wilayah ini tidak diantisipasi secara optimal, maka dampaknya akan mengganggu pasokan pangan secara nasional.

“Karena itu, dampak El Nino di Kalsel berpotensi mempengaruhi ketahanan pangan nasional apabila tidak diantisipasi secara optimal,” katanya.

Di sektor pertanian, Titiek menekankan bahwa mitigasi harus fokus pada penyelamatan produksi. Beberapa langkah konkrit yang diusulkan meliputi optimalisasi sistem irigasi dan pompanisasi, pemanfaatan lahan rawa dan lebak, penyediaan benih tahan kekeringan, pemenuhan kuota pupuk, serta penguatan penyerapan hasil panen untuk cadangan pangan pemerintah.

“Keberhasilan berbagai langkah tersebut memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh pertanian, hingga para petani di lapangan,” tambahnya.

Tidak hanya pertanian, Titiek juga menyoroti ancaman kemarau panjang terhadap sektor peternakan.

Lonjakan suhu udara dapat memicu stres panas (heat stress) pada hewan ternak, yang berpotensi menurunkan produktivitas sekaligus meningkatkan risiko Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) serta zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia).

Oleh karena itu, ia meminta kesiapan layanan balai veteriner dan pengawasan lalu lintas hewan diperketat sebagai bagian dari benteng pertahanan sektor peternakan menghadapi El Nino.

Melalui kunjungan kerja ini, Komisi IV DPR RI ingin memastikan kesiapan menyeluruh dari para pemangku kepentingan, mulai dari sistem peringatan dini, ketersediaan sarana produksi, pengamanan cadangan pangan, hingga stabilitas harga di pasar.

“Komisi IV DPR RI juga ingin memastikan berbagai program dan anggaran yang telah dialokasikan mampu menjawab kebutuhan di lapangan sehingga petani dan peternak tetap dapat berproduksi, pasokan pangan tetap terjaga, serta stabilitas harga pangan dapat dipertahankan di tengah tantangan perubahan iklim,” demikian Titiek.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor