Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri dan perguruan tinggi di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Foto: Humas Kemen PKP TODAYNEWS.ID – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri dan perguruan tinggi untuk mengkaji kontribusi sektor properti terhadap perekonomian nasional.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan di sektor perumahan dan kawasan permukiman yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait atau biasa disapa Ara pada saat bertemu dengan Budiarsa Sastrawinata di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Adapun pertemuan tersebut membahas buku Industri Properti untuk Indonesia 8% sekaligus pengembangan sektor perumahan. Ara mengatakan pihaknya akan membahas hasil kajian tersebut secara terbuka pada 25 September 2026.
Dalam agenda itu, Kementerian PKP akan mengundang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memberikan data dan perspektif terkait kontribusi industri properti terhadap perekonomian.
“Kami akan membahas secara terbuka tanggal 25 September. Kami juga akan mengundang Kepala BPS untuk hadir. Saya terbuka dengan masukan dari perguruan tinggi, sehingga kebijakan yang kami buat berdasarkan data dan kajian,” kata Ara.
Sementara itu, Budiarsa menilai perlu dilakukan kajian bersama untuk melihat secara lebih utuh besarnya kontribusi industri properti terhadap ekonomi nasional. Kajian tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kontribusi sektor properti ke depan.
“Yang ingin kami lakukan adalah membuat kajian bersama untuk melihat seberapa besar kontribusi industri properti dalam ekonomi nasional dan bagaimana meningkatkan kontribusi tersebut di depannya,” kata Budiarsa.
Menurut Budiarsa, kajian kontribusi sektor properti perlu melihat keterkaitan industri tersebut dengan berbagai sektor lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Keterkaitan tersebut membuat aktivitas industri properti memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Karena itu, kontribusi sektor properti dinilai tidak hanya berasal dari aktivitas pembangunan dan transaksi properti, tetapi juga dari sektor-sektor lain yang ikut bergerak.
Budiarsa juga menekankan pentingnya masukan dari pelaku industri properti. Hal ini diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat diterapkan secara realistis di lapangan, sekaligus tetap menjaga kualitas hunian yang diterima masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan perguruan tinggi, Kementerian PKP berharap kebijakan sektor perumahan ke depan semakin berbasis data dan kajian. Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat peran industri properti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.