x

Karhutla Kepung Kalimantan, Asap Ganggu Sekolah hingga Penerbangan

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 05:33 33 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kalimantan pada pertengahan Agustus 2026. Dampaknya terasa mulai dari aktivitas sekolah, jarak pandang pengguna jalan, hingga penerbangan.

Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kualitas udara memburuk akibat pekatnya kabut asap. Pada Rabu (19/8/2026), Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 487 atau masuk kategori berbahaya.

Kondisi tersebut membuat pemerintah menyesuaikan kegiatan belajar di berbagai satuan pendidikan. Sekolah dasar dan SMP memulai pembelajaran pukul 08.00 WIB, sedangkan PAUD menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya Jayani menyebut kesehatan siswa dan tenaga pendidikan menjadi pertimbangan utama. “Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah juga tercermin dari temuan 1.795 titik panas. Sebanyak 281 titik di antaranya terdeteksi berada di wilayah Kota Palangka Raya.

Kabut asap juga mengganggu jarak pandang di sejumlah kawasan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Warga setempat mengaku harus mengurangi kecepatan kendaraan karena pandangan ke arah depan terganggu.

Gangguan serupa terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dinas Pendidikan setempat mengatur jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 Wita bagi sekolah yang terdampak kabut asap.

Dampak karhutla bahkan merambah sektor penerbangan di Kalimantan Selatan. Sebanyak 12 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor sempat terdampak asap tebal akibat jarak pandang yang menurun.

Di tengah kondisi tersebut, Polresta Banjarmasin menggelar salat Istisqa pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan itu menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon hujan di tengah kemarau dan karhutla.

Penanganan karhutla juga menghadapi risiko terhadap petugas dan relawan di lapangan. Seorang relawan di Kotawaringin Timur, Rizky Mubarrak, harus mendapat perawatan setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat membantu memadamkan api.

Pemerintah daerah di Pulang Pisau memilih memperkuat upaya pencegahan melalui pembangunan sumber air permanen. Bupati Ahmad Rifa’i meminta pemerintah pusat membantu penyediaan sumur bor permanen di Desa Tumbang Nusa yang dikenal rawan karhutla.

Sementara itu, tim gabungan berhasil menangani karhutla seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pemadaman berlangsung sejak Rabu siang hingga proses pendinginan yang dilanjutkan pada Kamis pagi.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan dampak karhutla telah menyentuh berbagai aktivitas masyarakat di Kalimantan.

Selain penanganan api, pemerintah daerah juga mengambil langkah penyesuaian kegiatan pendidikan, perlindungan kesehatan, hingga penguatan sumber air untuk menghadapi ancaman kebakaran.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor