Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur yang digelar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (20/4/2026). (Foto: ANTARA) TODAYNEWS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg atau LPG bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa stok LPG bersubsidi saat ini masih berada di atas standar minimum nasional.
“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujar Bahlil usai konferensi pers Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur yang digelar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah serupa seperti pada Pertalite dan Biosolar, yakni menahan harga LPG 3 kg agar tetap stabil di tengah dinamika pasar energi.
Sejak program LPG 3 kg diluncurkan pada 2007, pemerintah disebut belum pernah menaikkan harga komoditas tersebut hingga saat ini.
“Yang ada, (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” ucap Bahlil.
Namun demikian, upaya penataan distribusi LPG 3 kg sebelumnya sempat menimbulkan kendala. Pada Februari 2025, kebijakan penghapusan pengecer justru memicu antrean panjang di masyarakat.
Sebagai solusi, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk beralih menjadi subpangkalan. Dengan langkah ini, diharapkan distribusi menjadi lebih tertata, harga tetap terkendali, serta penerima subsidi benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada LPG nonsubsidi seperti ukuran 5,5 kg dan 12 kg. Bahlil menjelaskan bahwa harga LPG nonsubsidi sangat bergantung pada pergerakan harga di pasar internasional.
Ia menambahkan, apabila harga LPG global mengalami penurunan, maka harga di dalam negeri juga berpotensi ikut turun. Sebaliknya, jika harga dunia naik, maka harga LPG nonsubsidi juga akan menyesuaikan.
“Kan ada formulasinya. Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco. Jadi, kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” ucap Bahlil.
Per 18 April 2026, PT Pertamina Patra Niaga tercatat menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau naik sebesar 18,75 persen.
Selain itu, LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg juga mengalami kenaikan harga sebesar 18,89 persen, dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023, seiring penyesuaian terhadap harga energi di pasar global.