x

Silmy Karim Digarap KPK, Pengamat Endus Rivalitas Sengit di Lingkaran Istana

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 13:05 33 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, menyoroti soal ditangkapnya Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, oleh KPK atas dugaan pemerasan terhadap WNA yang tengah mengurus izin tinggal di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari lembaga antirasuah tersebut, praktik pemerasan diduga telah berlangsung sejak Silmy menjabat sebagai Dirjen Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM (2023–2024) dan terus berlanjut hingga ia menduduki kursi Wamen Imipas (2025–2026).

Menurut Fernando, kasus hukum yang menjerat Silmy tidak bisa dilepaskan dari konstelasi politik di sekeliling Presiden.

Silmy Karim selama ini dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin (SS).

Kedekatan tersebut ini pun dinilai Fernando menjadi faktor kunci yang mengantarkan Silmy menempati berbagai posisi strategis, mulai dari lingkungan Kementerian Pertahanan, perusahaan BUMN, hingga akhirnya masuk ke dalam Kabinet Merah Putih sebagai Wamen Imipas.

“Ada apa sehingga orang dekat SS ‘digarap’ KPK? Mungkin saat ini sedang ada persaingan pengaruh dan peran yang begitu kuat di sekitar Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fernando pada, Rabu (10/6/2026).

Lebih lanjut, Fernando menambahkan, bahwa publik beberapa kali telah diperhadapkan pada informasi mengenai adanya rivalitas terselubung antara Sjafrie Sjamsoeddin dengan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Oleh karena itu, tindakan hukum terhadap Silmy Karim sangat mungkin dimaknai sebagai sinyal bahwa hubungan antara Prabowo dan Sjafrie kini sudah mulai merenggang dan berjarak.

Dugaan keretakan hubungan tersebut, lanjut Fernando, diperkuat oleh sejumlah momen krusial. Salah satunya adalah absennya Sjafrie dalam kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo ke Prancis beberapa waktu lalu.

Padahal, salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut berkaitan erat dengan bidang pertahanan.

“Sepertinya secara perlahan Prabowo mulai menilai dan selektif terhadap orang di sekitarnya, untuk dibiarkan tetap dekat atau harus disingkirkan karena dianggap tidak lagi loyal pada dirinya,” tutur Fernando.

Lebih jauh, Fernando menganalisis bahwa munculnya nama Sjafrie Sjamsoeddin dalam hasil survei bursa calon presiden (capres) beberapa waktu lalu diduga ikut memicu perubahan sikap Prabowo.

“Bisa saja hasil survei yang menempatkan Sjafrie sebagai salah satu capres beberapa waktu lalu menjadi salah satu penyebab Prabowo mulai tidak terlalu melibatkannya dalam agenda penting dan kemudian akan menyingkirkannya dari jabatan Menteri Pertahanan,” imbuhnya.

Faktor ini dinilai berpotensi menjadi alasan mengapa Prabowo mulai membatasi keterlibatan Sjafrie dalam agenda-agenda penting, yang diprediksi bisa berujung pada pencopotan dari jabatan Menteri Pertahanan.

Di sisi lain, renggangnya hubungan Prabowo-Sjafrie diprediksi akan membuat posisi Sufmi Dasco Ahmad semakin dominan di lingkaran kekuasaan, terutama dalam menerima tugas-tugas penting dan strategis dari Presiden.

Menutup keterangannya, Fernando berharap agar persaingan perebutan pengaruh di internal istana tidak sampai mengorbankan kepentingan publik dan roda pemerintahan.

“Semoga saja persaingan orang-orang di sekitar Prabowo tidak akan mengganggu tugasnya untuk menjalankan amanat rakyat yang sudah diterimanya pada Pilpres 2024 lalu. Saya berharap Prabowo akan konsisten melakukan tugasnya sebagai Presiden RI untuk kepentingan rakyat, bukan demi orang-orang di sekitarnya,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
8 hours ago
16 hours ago
19 hours ago
2 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit