x

DPR Pastikan Banpres Rp 10 Miliar untuk Karhutla Tabalong Tepat Sasaran

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Okt 2026 22:00 30

TODAYNEWS.ID – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan realisasi Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 10 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, tepat sasaran.

Pengecekan tersebut dilakukan Rifqi yang merupakan politikus Partai mengunjungi kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Rabu (28/10/2026).

Legislator NasDem dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I mengatakan dana tersebut telah ditransfer ke kas daerah untuk kebutuhan penanganan karhutla.

“Pertama, kami memastikan bahwa dana APBN melalui Banpres yang telah ditransfer ke kas daerah Kabupaten Tabalong sebesar Rp 10 miliar untuk penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan itu telah diskemakan dan mulai dijalankan dengan tepat sasaran,” kata Rifqi dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/10/2026).

Dia juga mengapresiasi langkah Pemkab Tabalong, khususnya BPBD, dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk relawan dan masyarakat hingga tingkat desa.

Keterlibatan warga dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan maupun pemadaman api, terutama di wilayah yang membutuhkan penanganan cepat.

Selain penanggulangan karhutla, Rifqi meminta kesiapan layanan kesehatan turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Dampak kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan warga sehingga fasilitas kesehatan harus mampu memberikan pelayanan dan penanganan yang diperlukan.

Dia secara khusus mendorong seluruh puskesmas di Kabupaten Tabalong untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen bagi masyarakat terdampak.

“Sektor kesehatan adalah sektor yang harus kita aktivasi dalam posisi bencana seperti ini. Saya kira seluruh puskesmas di Kabupaten Tabalong harus diaktivasi untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen,” ujarnya.

Untuk itu, Rifqi menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Kesiapan layanan kesehatan dan pemanfaatan anggaran secara efektif juga diperlukan agar masyarakat terdampak memperoleh perlindungan yang memadai.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA