x

Target Bedah Rumah Naik Drastis di 2026, Menteri PKP: Arahan Langsung dari Presiden

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Okt 2026 13:07 28

TODAYNEWS.ID – Pemerintah meningkatkan program bedah rumah dari 45 ribu unit pada tahun lalu menjadi 400 ribu unit pada 2026. Selain memperbaiki hunian masyarakat, pemerintah juga mendorong penyaluran rumah subsidi dan melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan bahan bangunan lokal.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau biasa disapa Ara menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ara mengatakan peningkatan jumlah rumah yang direnovasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” kata Ara.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga melanjutkan upaya memperluas kepemilikan hunian melalui fasilitas rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah melalui skema pembiayaan yang lebih terjangkau.

34 UMKM Genteng Siapkan 2,4 Juta Produk

Tak hanya fokus pada penyediaan hunian, Kementerian PKP turut mendorong penggunaan bahan bangunan produksi dalam negeri. Salah satunya melalui pengembangan industri genteng tanah liat berbasis UMKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Ara menyebut sebanyak 34 UMKM genteng telah memenuhi persyaratan sertifikasi dan menyiapkan 2,4 juta genteng untuk mendukung kebutuhan pembangunan.

“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SNI, yaitu kriteria keandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” ujarnya.

Menurut Maruarar, pelibatan UMKM dalam program perumahan dapat membuka peluang pasar bagi produsen lokal sekaligus menjaga kualitas bahan bangunan yang digunakan.

Pemerintah juga ingin mendorong pemanfaatan produk berdasarkan potensi daerah masing-masing. Dengan begitu, kebutuhan pembangunan rumah di suatu wilayah dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal sepanjang produk tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.

“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” tutur Ara.

Prabowo Minta Program ASRI Disiapkan

Dalam pertemuan tersebut, Ara juga menyampaikan perhatian Prabowo terhadap pengembangan program ASRI yang menekankan lingkungan yang nyaman, indah, sehat, sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM.

Menurut Maruarar, pemerintah diminta mempersiapkan program tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memberdayakan UMKM, sehat,” kata Ara.

Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah berupaya menghubungkan pembangunan perumahan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain memperluas akses terhadap hunian layak, penggunaan bahan bangunan lokal diharapkan dapat meningkatkan aktivitas usaha dan membuka peluang pertumbuhan UMKM di berbagai daerah.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA