x

Sumpah Pemuda, Kurniasih Ajak Anak Muda Perkuat Karakter Menuju Indonesia Emas

Laporan: Dhanis Iswara

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 10:44 66

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengajak generasi muda memperkuat karakter patriotik, gigih, dan berempati sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 dinilai harus menjadi pengingat pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia.

Kurniasih mengatakan, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang sebagai peristiwa sejarah. Nilai persatuan, keberanian, dan tanggung jawab sosial perlu diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjawab tantangan zaman.

“Menjelang satu abad Sumpah Pemuda, semangat itu harus diterjemahkan menjadi karakter yang kuat, kemampuan menghadapi perubahan, serta keberanian memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Dia menyoroti besarnya potensi pemuda Indonesia yang mencapai sekitar 64 juta orang atau 23,8 persen dari total populasi. Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada tantangan pemerataan kualitas dan akses pengembangan diri.

Data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024 tercatat sebesar 62,88, dengan kesenjangan antarprovinsi mencapai 21,5 poin. Sementara itu, sekitar 19,44 persen pemuda pada 2025 masuk kategori NEET, yakni tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, maupun mengikuti pelatihan.

Menurut Kurniasih, kondisi tersebut menunjukkan perlunya memperluas akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesempatan kerja bagi anak muda.

Dia menjelaskan, karakter patriotik harus diwujudkan melalui integritas dan kontribusi bagi masyarakat. Karakter gigih diperlukan agar pemuda mampu menghadapi kesulitan dan terus belajar, sedangkan empati menjadi dasar untuk menghargai perbedaan dan memperkuat solidaritas sosial.

“Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dipersiapkan dengan penguasaan teknologi dan keterampilan, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial,” katanya.

Kurniasih menambahkan, pembentukan karakter pemuda tidak cukup melalui kegiatan seremonial. Pengalaman langsung, keteladanan, dan keterlibatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat perlu diperkuat.

Dia pun menyambut positif pengembangan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia 2026–2045 melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan kepemimpinan, debat, pidato, magang, dan pertukaran pemuda.

Menurutnya, kegiatan berbasis pengalaman tersebut dapat membantu anak muda mengasah kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, memecahkan masalah, dan membangun kepemimpinan.

Kurniasih berharap momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan berkarakter untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA