x

DPR Minta PT Taspen Kawal Kasus Investasi Bodong Oknum Karyawan Bank Mandiri Taspen Purwokerto

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 14:54 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, meminta manajemen PT Taspen (Persero) untuk ikut mengawal ketat kasus penipuan investasi bodong yang melibatkan belasan oknum karyawan Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Purwokerto, Banyumas.

Pasalnya, kasus ini telah merugikan banyak nasabah dari kalangan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu ditegaskan Adi usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) Dirut PT Taspen (Persero) Dirut PT Asabri (Persero) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

“Kami menegaskan kembali, meminta manajemen Taspen untuk ikut mengawal ini walaupun memang ini kejadiannya di Bank Mandiri Taspen ya bukan di PT Taspen,” kata Adi kepada wartawan.

Adi juga mengatakan bahwa dalam RDP ini dirinya telah meminta kepada pimpinan tertinggi PT Taspen agar hak-hak para pensiunan yang menjadi korban bisa segera dipulihkan.

“Kebetulan tadi ada Dirut Taspen di sini, jadi saya menyampaikan, ‘Tolong kasus ini juga dikawal, tolong para pensiunan ini difasilitasi apa yang mereka perlukan’. Jadi kami hanya menegaskan kembali supaya pensiunan-pensiunan ini bisa mendapatkan haknya kembali, itu saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, Adi menyebutkan bahwa para oknum karyawan yang terlibat saat ini sudah diproses secara hukum oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

“Sekarang saya dengar (para pelaku) sudah ditahan oleh APH, mungkin lagi perlengkapan berkas untuk nantinya diadili,” ungkap Adi.

Meski proses hukum sedang berjalan, Adi mengingatkan semua pihak untuk waspada. Ia menyoroti bahwa kelompok pensiunan merupakan target yang sangat rentan terhadap berbagai modus penipuan dan manipulasi informasi.

“Para pensiunan ini kan kelompok yang sangat rentan. Rentan terhadap misinformasi, rentan terhadap hal-hal negatif seperti penipuan. Karena mereka kan rata-rata orang-orang polos, ya,” jelasnya.

Menurutnya faktor kedekatan dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap staf perbankan saat mengambil uang pensiun bulanan, dinilai menjadi celah yang dimanfaatkan oleh para oknum nakal tersebut.

“Jadi mereka kalau ditawarkan sesuatu apalagi yang menggiurkan, yang bisa menghasilkan keuntungan mereka pastinya tertarik karena pensiunan kan uang-uang ekstra tambahan mereka sangat mengharapkan dan mereka juga bukan orang yang mungkin kelompok yang punya akses informasi yang valid,” bebernya.

“Jadi sangat gampang dimanipulasi, dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Ya ini salah satu contohnya yang kejadian di Purwokerto,” lanjut Adi.

Untuk itu, kata Adi, Komisi VI DPR mendesak manajemen Bank Mandiri Taspen serta seluruh BUMN yang mengelola dana pihak ketiga untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan internal dan manajemen risiko mereka.

“Ya harus di review total tata kelola perusahaan, bagaimana hubungan antara karyawan dengan nasabah bagaimana proses pencairan kredit, bagaimana informasi itu disampaikan. Jadi hal-hal ini semua perlu dicek lagi oleh manajemen, perlu ditata lagi mana celah yang ada kemungkinan untuk oknum bermain di sistem perusahaan,” urainya.

“Nah disinilah diperlukan peningkatan dari segi risiko, manajemen risiko di internal Bank Taspen dan semua BUMN yang sifatnya mengelola dana dari pihak ketiga, dari nasabah ini perlu benar-benar mengawasi internalnya supaya lebih kuat lagi,” kata Adi.

Menutup pernyataannya, Adi pun mengimbau kepada seluruh pensiunan agar lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

“Pesan kami, kepada Bapak-Ibu pensiunan untuk selalu hati-hati dalam menerima informasi. Dicek dulu, diverifikasi dulu, tidak hanya ke satu pihak, tapi ke beberapa pihak, ya,” ujar Adi.

Ia mengingatkan bahwa modus penipuan saat ini sudah semakin canggih, baik yang dilakukan secara tatap muka maupun digital melalui aplikasi di ponsel pintar (smartphone).

“Kita harus tahu betul bahwa sekarang ini, modus-modus penipuan itu sudah semakin canggih. Jangan cepat percaya dengan siapa pun, ya. Cek and re-check lagi, jangan ke satu pihak saja, tapi ke beberapa pihak, supaya mereka benar-benar mendapatkan informasi yang terbaik sebelum melakukan keputusan investasi,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
11 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor