Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah sesalkan minimnya koordinasi terkait pembangunan 4 Sekolah Rakyat di Sumatra Utara. Foto: Dok. Fraksi Golkar TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah, menyoroti minimnya koordinasi dalam proyek pembangunan empat Sekolah Rakyat di Sumatera Utara (Sumut).
Pria yang akrab disapa Ijeck ini mengapresiasi program tersebut. Namun, ia menyayangkan tiadanya informasi maupun koordinasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada anggota Komisi V DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Sumut.
“Di Sumatera Utara ada empat Sekolah Rakyat yang sedang dibangun, yaitu di Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan. Tapi sama sekali saya tidak tahu tentang pembangunan ini, dan tidak pernah mendapat informasi dari Kementerian PU,” kata Ijeck dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Sebagai informasi, empat lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Sumut berada di Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan.
Lebih lanjut, sebagai anggota Komisi V DPR RI yang memiliki fungsi pengawasan terhadap mitra kerja, seharusnya DPR memperoleh informasi mengenai pelaksanaan proyek strategis di daerah.
Ia menjelaskan, Komisi V DPR RI memiliki dua anggota yang berasal dari Sumatera Utara, namun keduanya tidak mengetahui adanya pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
“Saya malah mengetahui informasi ini dari pihak lain. Padahal kami juga ingin melihat langsung bagaimana proses pembangunannya di lapangan,” ujarnya.
Ijeck memahami bahwa program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Kementerian Sosial (Kemensos), sementara pembangunan fisiknya digarap oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Kendati demikian, ia menilai koordinasi dengan anggota DPR RI dari daerah pemilihan tempat sekolah itu bangun menjadi bagian penting agar fungsi pengawasan dapat berjalan secara optimal.
“Kami bukan ingin mengurangi kewenangan siapa pun. Kami hanya ingin mengetahui dan melihat bagaimana pembangunan itu dilaksanakan,” katanya.
Untuk itu, Ijeck berharap pembangunan di empat kabupaten tersebut berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi akses pendidikan masyarakat. Tak kalah penting, Ijeck mengingatkan agar kualitas infrastruktur benar-benar dijaga.
“Bangunan fisiknya harus sesuai dengan anggaran dan spesifikasi teknis. Jangan sampai belum lama selesai, fasilitasnya sudah rusak,” pungkasnya.