x

DPR Desak Streamer Hentikan Promosi Vape yang Menyasar Anak dan Remaja

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 13:03 17 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyuarakan keprihatinannya terhadap maraknya kreator konten dan streamer yang mempromosikan produk rokok elektronik (vape) melalui siaran langsung (live streaming).

Pasalnya, promosi tersebut dapat diakses bebas oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan remaja, bahkan tak jarang melibatkan mereka secara langsung.

Menurut Netty, konten digital saat ini memiliki daya pengaruh yang sangat besar dalam membentuk perilaku generasi muda. Oleh karena itu, para kreator konten dan streamer perlu menyadari bahwa setiap tayangan bukan sekadar hiburan, melainkan juga dapat membentuk persepsi dan kebiasaan penonton.

“Untuk para streamer, ingat ya, tolong hentikan promo vape, apalagi kalau kontennya bareng atau enak ditonton oleh anak-anak di bawah umur. Mungkin itu hanya dianggap konten, tapi bagi anak-anak itu bisa bermakna ajakan untuk mencoba,” tegas Netty dalam keterangan yang diterima, Senin (3/8/2026).

“Ingat, promosi vape di media sosial tidak bisa sembarangan. Ada aturan yang melarang promosi vape yang menyasar anak dan remaja,” tambah Netty.

Legislator dari Fraksi PKS ini menilai, promosi vape yang dikemas secara santai, interaktif, dan melibatkan figur populer berpotensi menormalisasi penggunaan rokok elektronik.

Akibatnya, vape dipersepsikan sebagai bagian dari gaya hidup yang keren dan aman. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa rokok elektronik tetap mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada anggapan keliru bahwa vape hanya menghasilkan uap air biasa sehingga lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

“Vape bukan sekadar uap. Di dalamnya bisa mengandung nikotin yang menyebabkan kecanduan, termasuk zat kimia berbahaya seperti formaldehida atau acrolein yang dapat mengganggu paru-paru, serta logam berat seperti timbal dan nikel yang berisiko terhadap kesehatan,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi urusan kesehatan, Netty menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama.

Platform digital, pelaku industri, pencipta konten, hingga orang tua harus berkolaborasi memastikan ruang digital tidak menjadi media promosi produk yang berpotensi membahayakan tumbuhnya generasi generasi muda.

Ia juga mengingatkan bahwa regulasi promosi mengenai produk tembakau dan rokok elektronik telah mengatur aktivitas iklan maupun promosi yang menyasar anak dan remaja. Oleh karena itu, seluruh pihak harus mematuhi ketentuan tersebut, termasuk dalam aktivitas promosi di media sosial maupun siaran langsung.

Lebih lanjut, menurut Netty, perkembangan ekonomi digital tidak boleh mengabaikan etika dan kesehatan masyarakat. Kreativitas dalam pembuatan konten harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial.

“Pengaruh yang dimiliki para kreator konten seharusnya menjadi sarana mengedukasi dan melindungi generasi muda, bukan mendorong mereka mencoba produk yang berisiko terhadap kesehatan,” pungkas Netty.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor