Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: instagram / @poldametrojaya) TODAYNEWS.ID — Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak memilih Bundaran HI sebagai lokasi penyampaian aspirasi. Imbauan tersebut berkaitan dengan fungsi kawasan itu sebagai pusat aktivitas masyarakat Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyampaikan imbauan tersebut pada Selasa (18/8/2026). Ia menyebut kawasan Bundaran HI hingga Sudirman memiliki peran strategis bagi aktivitas warga.
Budi menyebut Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman sebagai pusat kegiatan di Jakarta. Kawasan tersebut menjadi lokasi berbagai aktivitas masyarakat setiap hari.
“Kita sama-sama mengetahui bahwa Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, Sudirman ini merupakan center of gravity yang ada di wilayah Jakarta,” ujar Budi. Pernyataan itu disampaikan di Polda Metro Jaya.
Menurut Budi, kawasan tersebut memiliki sejumlah fungsi penting bagi Jakarta. Di antaranya sebagai pusat perekonomian dan kawasan perhotelan internasional.
Wilayah itu juga menjadi pusat perbelanjaan dan jalur utama moda transportasi. Kondisi tersebut membuat aktivitas demonstrasi berpotensi berdampak terhadap kegiatan masyarakat lainnya.
Budi mengatakan penyampaian aspirasi di kawasan tersebut dapat mengganggu aktivitas warga. Ia meminta masyarakat mempertimbangkan kepentingan publik ketika menentukan lokasi demonstrasi.
“Pusat perekonomian, perhotelan internasional, pusat kegiatan aktivitas masyarakat,” kata Budi. Ia menilai berbagai aktivitas di kawasan itu perlu tetap berjalan.
Polda Metro Jaya meminta masyarakat membangun empati dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Budi menekankan aktivitas masyarakat lain juga perlu menjadi pertimbangan.
“Kita harus membangun empati, kita harus berpikir bahwa kegiatan aktivitas masyarakatnya juga hal yang penting,” ujar Budi. Imbauan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas publik.
Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya juga menyarankan beberapa titik alternatif untuk penyampaian aspirasi. Langkah tersebut ditujukan agar kegiatan demonstrasi dapat berlangsung aman dan tertib.
Budi menyebut keberadaan personel TNI dan Polri di sejumlah lokasi merupakan bagian dari pengamanan. Aparat dikerahkan untuk mengawal kegiatan masyarakat di ruang publik.
“Kehadiran petugas TNI dan Polri ini mengawal, menjaga, bukan membatasi ruang-ruang publik,” tegas Budi. Polda Metro Jaya tetap meminta masyarakat memperhatikan kepentingan warga lain saat menyampaikan aspirasi.