x

Efriza Sebut Kasus Penyadapan Prabowo Bisa Jadi Babak Baru Keretakan dengan Jokowi

Laporan: Dhanis

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Nov 2026 15:03 4

TODAYNEWS.ID – Pengamat politik Citra Institute Efriza, menilai dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi memperkeruh hubungan politik Prabowo dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, kasus tersebut bisa menjadi titik baru dalam dinamika hubungan kedua tokoh yang selama ini dibangun melalui kompromi politik.

Efriza mengatakan hubungan Prabowo dan Jokowi kini telah dipersepsikan publik mengalami kerenggangan. Terlebih, munculnya dugaan penyadapan terhadap Prabowo yang disebut berlangsung sejak 2025 menambah kompleksitas persoalan politik di antara keduanya.

“Patut diakui bahwa selama ini hubungan keduanya antara Prabowo dan Jokowi dibangun di atas kompromi politik dan kepentingan kekuasaan. Namun, jika menyangkut keamanan dan kewibawaan presiden, Prabowo akan menghadapi pilihan yakni mempertahankan kompromi politik atau mengambil langkah tegas demi menjaga marwah kepresidenan,” kata Efriza, pada Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, apabila hasil penyelidikan membuktikan adanya keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan Jokowi, kepolisian perlu mendalami kemungkinan tersebut, termasuk meminta keterangan dari mantan presiden itu.

Efriza menilai Jokowi juga mulai membangun ruang politik sendiri setelah menerima posisi di Dewan Penasihat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kondisi tersebut dinilainya menjadi salah satu faktor yang memperlihatkan dinamika hubungan politik Jokowi dan Prabowo.

Dia menyebut persoalan tersebut juga berpotensi berdampak terhadap PSI yang menjadikan Jokowi sebagai salah satu simbol politik partai.

“Jokowi ketika memilih untuk menerima sebagai dewan pertimbangan PSI, ditengarai hubungan Jokowi dan Prabowo sudah renggang. Dan, atas kasus ini ditengarai yang akan turut kena dampaknya adalah PSI, sebab PSI menggunakan Jokowi sebagai simbol ikon partai tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh, Efriza menilai hubungan kedua tokoh berpotensi memasuki fase konflik terbuka apabila dugaan penyadapan terbukti melibatkan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan lingkaran politik Jokowi.

“Di titik inilah relasi Prabowo-Jokowi bisa memasuki babak baru berupa saling menghancurkan di antara keduanya,” ucapnya.

Efriza menambahkan, Prabowo kini menghadapi pilihan politik yang tidak mudah. Di satu sisi, ada kompromi politik yang selama ini menopang hubungan keduanya.

Namun di sisi lain, dugaan penyadapan terhadap kepala negara menyangkut keamanan dan kewibawaan presiden yang harus ditangani secara serius.

Meski demikian, dia menegaskan dugaan keterlibatan Jokowi maupun pihak lain tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang objektif dan transparan.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA