Laporan: Afrizal Ilmi
Atlet skateboard Indonesia, Zaidhar Maulana Ibrahim. (Dok. NOC Indonesia) TODAYNEWS.ID – Dukungan dan doa sang ibu menjadi penyemangat atlet skateboard Indonesia, Zaidhar Maulana Ibrahim, saat menghadapi persaingan di Youth Olympic Games Dakar 2026. Meski sempat kesulitan pada awal pertandingan, Zaidhar mampu bangkit dan menempati peringkat ketujuh babak kualifikasi nomor Men’s Street, Rabu (4/11/2026).
Zaidhar mengumpulkan total 121,75 poin dari dua kategori penilaian, yakni 56,18 poin pada run dan 65,57 poin pada trick. Hasil tersebut menempatkannya satu tingkat di bawah batas enam atlet yang berhak melaju ke final.
Atlet muda Indonesia itu mengaku senang dengan penampilannya, meski masih kecewa karena gagal mengamankan tiket final. Ia sempat berusaha meningkatkan peringkat melalui sejumlah trik pada kesempatan terakhir.
“Perasaannya senang banget, tapi greget. Tadi aku sudah di posisi tujuh dan terus memikirkan cara untuk naik ke posisi enam. Aku mencoba trik yang menurutku bisa menaikkan peringkat, tetapi ternyata masih tetap di posisi ketujuh,” ujar Zaidhar.
Perjuangan Zaidhar tidak berjalan mudah sejak awal pertandingan. Pada run pertama, ia beberapa kali terjatuh hingga sempat kehilangan fokus dan kepercayaan diri.
Di tengah situasi tersebut, Zaidhar menemui pelatihnya dan membuka telepon pintar. Ia kemudian membaca pesan dari sang ibu yang memberikan dukungan agar dirinya tetap berusaha memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.
“Aku sempat bingung bagaimana mengembalikan mood supaya bisa landing lagi. Lalu aku berdoa dan melihat pesan dari Umi di handphone. Setelah itu, aku lebih tenang dan percaya diri menjalani run kedua,” ceritanya.
Pesan sang ibu terus terngiang dalam pikiran Zaidhar sepanjang pertandingan. Kalimat sederhana tersebut membantunya mengembalikan ketenangan saat menghadapi tekanan kompetisi.
“Umi bilang, apa pun hasilnya, Kakak tetap juara di hati Umi. Kata-kata itu terus aku ingat,” tambahnya.
Zaidhar Ingin Tampil di Olimpiade Senior
Meski belum berhasil mencapai final, Zaidhar menganggap persaingan di Dakar sebagai pengalaman penting dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku masih harus banyak belajar setelah melihat kemampuan para skateboarder muda dari berbagai negara.
Pengalaman tersebut justru memotivasinya untuk terus meningkatkan kemampuan. Zaidhar berharap suatu hari dapat lolos ke Olimpiade senior dan berkarier sebagai atlet skateboard profesional.
“Melihat atlet-atlet lain, aku sadar masih harus banyak belajar dan berlatih. Setelah ini aku ingin terus mengasah trik, meningkatkan kemampuan, dan suatu hari bisa lolos ke Olimpiade serta menjadi pro skater,” katanya.
Sementara itu, dua atlet Indonesia dari cabang olahraga akuatik disiplin renang juga menyelesaikan pertandingan pada hari keempat. Reynard Delian Purwanto menempati posisi kelima babak penyisihan nomor 200 meter gaya ganti putra dengan catatan waktu 2 menit 17,65 detik.
Michelle Surjadi Fang juga belum berhasil melaju ke final setelah finis di posisi keempat penyisihan nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri. Ia membukukan waktu 28,37 detik.
Chef de Mission Tim Indonesia untuk Dakar 2026, Ita Yuliati, mengatakan peluang Merah Putih untuk menambah medali masih terbuka. Sejumlah cabang olahraga, yakni renang, equestrian, triatlon, atletik, dan balap sepeda, masih melanjutkan perjuangan.
“Alhamdulillah, sejauh ini Tim Indonesia mampu membuat sejarah baru dengan meraih dua medali, 1 perak dan 1 perunggu. Kami tentu berharap masih ada tambahan medali dari cabang olahraga yang akan bertanding,” ujar Ita.
Ia berharap seluruh atlet tetap fokus dan percaya diri dalam menjalani pertandingan berikutnya. Menurut Ita, pengalaman bertanding di Dakar juga menjadi bekal penting untuk perjalanan mereka menuju level atlet elite.
“Namun, yang terpenting, kami ingin para atlet tetap fokus, percaya diri, dan menikmati setiap pertandingan. Apa pun hasilnya, pengalaman di Dakar menjadi bekal berharga untuk perjalanan mereka sebagai atlet elite yang kelak akan membawa Indonesia di kancah internasional,” lanjutnya.
Pada Kamis (5/11/2026), atlet berkuda Nusrtdinov Zayan Fatih dijadwalkan melanjutkan perjuangan pada babak Qualifier B nomor Individual Jumping. Atlet yang akrab disapa Dinov tersebut sebelumnya dipercaya menjadi pembawa bendera Merah Putih dalam upacara pembukaan Dakar 2026.
Hingga hari keempat penyelenggaraan, Indonesia telah mengoleksi dua medali. Asael Christo Jacob Rondonuwu menyumbangkan satu perak dari cabang wushu, sedangkan satu medali perunggu diraih pejudo Sashenka Cahaya Fatimah.
Editor: Azis Arriadh