x

Erick Thohir Ajak Anak Muda Bangun Fondasi Masa Depan Indonesia di IYS 2026

Laporan: Afrizal Ilmi

waktu baca 3 menit
Kamis, 29 Okt 2026 22:28 41

TODAYNEWS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak generasi muda Indonesia mengambil peran aktif dalam membangun fondasi dan menghadirkan solusi bagi masa depan bangsa. Ia menilai suara anak muda perlu didengar secara utuh agar mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga bagian dari perubahan.

Pesan tersebut disampaikan Erick saat membuka Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10/2026) malam. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari persoalan pengangguran hingga gangguan kesehatan mental.

Erick menyebut tantangan pemuda saat ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika global. Ia menyinggung adanya sekitar 65 juta generasi muda di seluruh dunia yang menganggur, tidak mengenyam pendidikan, serta menghadapi persoalan kesehatan mental.

Menurut Erick, tantangan tersebut semakin kompleks seiring perkembangan geopolitik dan digitalisasi. Arus informasi yang tidak akurat juga menjadi persoalan serius karena berpotensi menghambat upaya mencari solusi.

“Tentu ini menjadi tantangan kita bersama. Ketika kita bicara geopolitik, dan jangan lupa digitalisasi. Kalau kita lihat sekarang misinformasi dan disinformasi risiko global hari ini menjadi realita. Kita tidak bicara yang namanya anti daripada kritik, tetapi disinformasi, misinformasi, ini menjadi suatu belenggu yang bisa justru mendorong bukan menjadi hal solusi yang kita harapkan. Dan ini fakta di dunia,” kata Erick.

Ia menegaskan bahwa kritik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, penyebaran misinformasi dan disinformasi perlu menjadi perhatian karena dapat mengaburkan persoalan dan menjauhkan masyarakat dari penyelesaian masalah.

Erick Ingin Suara Anak Muda Didengar

Melalui penyelenggaraan IYS 2026, Erick berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi generasi muda secara lebih menyeluruh. Menurut dia, forum tersebut menjadi ruang untuk membangun fondasi bersama bagi masa depan Indonesia.

“Jadi tantangan kita semua adalah mendengar suara kalian, suara anak muda, suara anak muda seutuhnya. Ini yang saya rasa kenapa kita hadir di sini di IYS, kita ingin mencoba bagaimana kita sama-sama membangun fondasi untuk kita semua,” tambah Erick.

Selain mendorong partisipasi dalam pembangunan, Erick mengingatkan pentingnya keterlibatan anak muda dalam gerakan sosial atau social movement. Ia ingin generasi muda memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Erick menilai empati harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepedulian kepada keluarga, orang tua, dan tetangga. Menurut dia, keberhasilan seseorang tidak dapat dilepaskan dari dukungan serta hubungan dengan orang lain.

“Ini harus menjadi bagian kita, tidak bisa menjadi manusia yang berdiri sendiri. Tidak ada manusia sukses karena diri dia sendiri,” kata Erick.

Ia juga berharap berbagai kementerian dapat menjadi ruang kolaborasi atau melting pot untuk menyatukan upaya dalam menyiapkan masa depan generasi muda. Kolaborasi lintas kementerian dinilai penting agar aspirasi dan kebutuhan anak muda mendapat perhatian.

“Dan tentu saya berharap, ya, banyak kementerian ini menjadi melting pot, menjadi sebuah kebersamaan untuk memberikan masa depan kalian. Kalian adalah masa depan Indonesia. Kalian harus menjadi bagian dari masa depan itu,” pungkasnya.

Melalui IYS 2026, Erick mendorong generasi muda tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga terlibat dalam upaya membangun bangsa. Ia menekankan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan kontribusi anak muda yang disertai kepedulian sosial dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.

 

Editor: Aziz Arriadh

LAINNYA