x

Tuntut AS Penuhi 7 Syarat, Iran Sebut Washington Terjebak dalam Rawa Perang

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 23:30 1

TODAYNEWS.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa gencatan senjata permanen dengan Amerika Serikat (AS) bergantung pada pemenuhan tujuh syarat yang telah diajukan Teheran kepada Washington.

Qalibaf menyebut kurangnya komitmen Presiden AS Donald Trump terhadap Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad semakin memperburuk ketidakpercayaan historis Iran terhadap Washington.

“Amerika Serikatlah yang, karena kesalahan perhitungan dan perang melawan Iran, terjebak dalam rawa, dan sekarang merekalah yang harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk keluar dari situ,” kata Qalibaf, seperti dilaporkan Press TV, pada Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan MoU Islamabad yang terdiri atas 14 poin dan ditandatangani oleh presiden Iran dan AS pada Juni, Washington diwajibkan mengakhiri perang di seluruh front serta mencabut blokade dan sanksi yang disebut Iran ilegal.

Sebagai imbalannya, Teheran akan membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap. Jalur pelayaran strategis di Teluk Persia itu berada dalam kendali Iran sejak agresi AS-Israel terhadap negara tersebut pada akhir Februari.

Qalibaf juga menepis ancaman AS dan Israel untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Ia menegaskan Teheran tidak akan mengesampingkan persyaratan yang telah ditetapkan untuk mengakhiri perang dan siap memperkuat pertahanan jika agresi kembali terjadi.

“Kami bukanlah penghasut perang, tetapi kami sepenuhnya siap untuk membela tanah air dan martabat nasional kami. Ancaman dan manuver militer tidak dapat memengaruhi keputusan strategis Republik Islam Iran,” ujarnya.

Iran Siapkan Respons terhadap Agresi Baru

Sementara itu, seorang pejabat senior keamanan Iran menyatakan bahwa negaranya telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perang berskala penuh di tengah meningkatnya ketegangan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Press TV pada Rabu (21/10), sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan Iran telah mengambil keputusan tegas untuk merespons setiap agresi, pembunuhan, maupun upaya pembunuhan yang dilakukan pihak lawan.

Menurut dia, respons Iran tidak akan dibatasi oleh sejumlah pengekangan atau pembatasan.

Ia menambahkan, angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap untuk menyerang kepentingan dan sasaran yang berada dalam jangkauan mereka, termasuk target yang terkait dengan pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor dan pendukungnya di kawasan.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan posisi Teheran bahwa setiap tindakan militer baru terhadap Iran akan dibalas dengan serangan yang menyasar kepentingan pihak lawan di kawasan.

Iran juga menegaskan bahwa keputusan untuk merespons agresi baru bersifat final, seiring dengan meningkatnya ketegangan dan belum tercapainya kesepakatan yang menjamin penghentian perang secara permanen.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA