x

Iran Klaim Punya Rencana Baru untuk Usir Kapal Perang AS dari Kawasan

Laporan: Dhanis

2 minutes reading
Saturday, 17 Oct 2026 10:37 27

TODAYNEWS.ID – Angkatan Bersenjata Iran mengklaim telah menyiapkan rencana operasional baru yang akan memaksa kapal perang Amerika Serikat (AS) untuk mundur lebih jauh dari wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, dalam wawancara pada Jumat (16/10/2026), sebagaimana dilaporkan Press TV.

Akraminia mengatakan, kapal-kapal militer AS kini terpaksa berada lebih dari 500 kilometer dari pantai Iran. Ia juga mengklaim tidak ada kapal perang Amerika yang saat ini berada di Laut Oman.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan kemampuan militer Iran dalam menghadapi kehadiran pasukan AS di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia.

“Kapal-kapal militer AS terpaksa mundur hingga jarak lebih dari 500 kilometer karena kemampuan, intelijen, dan keunggulan operasional Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” kata Akraminia.

Ia juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim mengendalikan jalur perairan strategis tersebut. Akraminia menolak anggapan bahwa kemampuan pertahanan Iran telah melemah.

Akraminia justru mengatakan, Iran telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat sistem pertahanan, termasuk memperbarui peralatan militer dan menerapkan rencana operasional baru di bawah pengawasan Markas Besar Pertahanan Udara.

Menurut dia, Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran telah mengembangkan serta melatih berbagai strategi operasi untuk meningkatkan kemampuan tempur dan menghadapi potensi ancaman.

Ia menyebut, strategi tersebut mencakup pengembangan operasi pertahanan udara yang inovatif dan terintegrasi guna meningkatkan efektivitas respons militer Iran.

Akraminia juga mengklaim kemampuan pertahanan udara Iran telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelum konflik yang melibatkan AS dan Israel, maupun selama perang berlangsung.

Selain mengembangkan sistem baru, Iran disebut telah memperbaiki sebagian besar peralatan pertahanan udara yang rusak akibat perang dan mengembalikannya ke dalam layanan operasional.

Penambahan peralatan baru, lanjut dia, turut memperluas cakupan pertahanan udara negara tersebut.

“Secara keseluruhan, langkah-langkah ini, termasuk perbaikan peralatan yang rusak, penambahan peralatan baru, perancangan operasi inovatif, dan implementasi rencana operasional, telah secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Republik Islam Iran dibandingkan dengan masa lalu,” ujar Akraminia.

Iran Dorong Kerja Sama Negara Kawasan

Lebih lanjut, di tengah ketegangan dengan AS, Akraminia turut menekankan pentingnya peningkatan kerja sama antarnegara di kawasan untuk menjaga keamanan bersama.

Ia menilai negara-negara kawasan perlu membangun mekanisme bersama guna memperkuat stabilitas regional sekaligus memfasilitasi penarikan pasukan AS dari wilayah tersebut.

Pernyataan itu menegaskan posisi Iran yang menginginkan negara-negara di kawasan mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan regional tanpa bergantung pada kehadiran militer AS.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA