x

Persembahan Spesial Fadli Imammuddin, Sumbang Emas Ketiga untuk Indonesia dengan Hattrick Emas di Asian Para Games 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Okt 2026 16:23 4

TODAYNEWS.ID – Muhammad Fadli Imammuddin mempersembahkan emas ketiga yang spesial bagi Kontingen Indonesia pada cabang olahraga para balap sepeda di ajang Asian Para Games 2026, Selasa (20/10/2026).

Emas dari Fadli  boleh dibilang bukan emas sembarang emas. Bukan saja karena dia mencetaknya dengan hiasan game record (GR) namun kesuksesan ini juga menunjukkan dominasi dia secara pribadi dan kejayaan Indonesia lebih khusus lagi di tingkat Asia.

Bayangkan, ini adalah hattrick emas Fadli dalam tiga ajang Asian Para Games yang diikutinya. Fadli memulai menguak dominasinya ketika meraih emas nomor individual pursuit C4 pada Asian Para Games 2018 di Jakarta. Kemudian kejayaannya diteruskan lagi dengan meraih emas Individual Time Trial C4-5 di Asian Para Games 2022 Hangzhou, China. Dan kali ini di Jepang dia mengukuhkan dirinya sebagai raja Asia nomor Individual Pursuit (IP) klasifikasi C4 putra.

“Pastinya kemenangan ini saya persembahkan untuk Indonesia, buat tim yang sudah kerja keras. Buat keluarga yang tidak henti-hentinya mendoakan saya,” kata Fadli yang mantan atlet balap motor Indonesia itu setelah berjaya  menambah pundi emas untuk Kontingen Garuda.

Dalam persaingan di  Izu Velodrome Shizuoka, Jepang, Fadli sudah menunjukkan dominasinya sejak babak kualifikasi. Ia mencatatkan waktu tercepat, yakni 4 menit 50,169 detik.

Catatan itu memecahkan rekor waktu tercepat di Asian Para Games sebelumnya milik pesaing utama, Wang Xian dari China dengan unggul selisih waktu 1,863 detik.

Dominasi Fadli semakin terlihat ketika perebutan medali emas. Melawan Behrooz Farzad dari Iran, Fadli menang mudah dengan catatan overlap.

“Alhamdulillah hasil kerja keras tim dan semua pendukung dari NPC Indonesia. Satu tahun kerja keras khususnya untuk mempersiapkan Asian Para Games di Nagoya, bisa membuahkan hasil satu emas. Mudah-mudahan kita bisa jumpa lagi di kelas selanjutnya,” ujarnya setelah pertandingan.

Ketenangan menjadi kunci Fadli untuk meraih emas dan memecahkan rekor.

“Harus tenang, karena yakin dengan catatan waktu yang saya miliki ketika berlatih dan track record saya sebelumnya. Apalagi ini 16 lap butuh ketenangan, mainset, percaya diri agar tidak kacau pikirannya. Kalau kacau pikirannya di kelas endurance ini pasti tidak akan konsisten,” kata mantan pebalap Moto2 tahun 2013 ini.

Ketenangan memang menjadi pegangan perjalanan hidup Fadli. Setelah mencetak sukses emas demi sukses emas, Fadli pun tidak mau terbebani.

“Setelah ini saya berusaha menjadi atlet yang enjoy. Saya tidak mau dibebani oleh apapun, berlatih enjoy, balapan enjoy,” kata dia.

Sementara itu, pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho mengungkapkan bahwa hasil ini sudah sesuai prediksi, meski sebelum mendarat di Nagoya timnya memiliki keraguan.

“Keraguannya waktu di Hangzhou (2022) lalu, Fadli kalah dua detik dari musuhnya Wang Xian. Dan dia sendiri tidak turun di Asian Para Games sekarang ini,” katanya.

Lebih lanjut, Rizan puas dengan hasil yang sudah diraih tim para balap sepeda sejauh ini dengan mengantongi satu medali emas dan dua medali perunggu.

Medali perunggu diraih oleh Vanza Mifthahul Jannah dari nomor Individual Pursuit 4000 meter kategori B putri dan Sufyan Saori di nomor Individual Time Trial 1000 meter klasifikasi C4-5 putra.

“Hari berikutnya kami optimalkan karena beberapa nomor dikombinasi, sehingga kami hanya bisa mengoptimalkan mana yang ada dan kami simpan energi untuk pertandingan road berikutnya,” kata dia.

Satu tambahan emas dari cabor para balap sepeda membuat perolehan emas Indonesian di Asian Para Games 2026 menjadi 3 emas.

Emas pertama diraih oleh Maulana Rifky Yavianda dari cabang olahraga para renang. Ia mencatatkan waktu 55,34 detik untuk menyelesaikan perlombaan nomor 100 meter gaya bebas klasifikasi S12.

Lalu, emas kedua didapatkan oleh atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa dari cabang olahraga para atletik. Pemuda 18 tahun ini memecahkan rekor dunia nomor lempar cakram klasifikasi F57 dengan lemparan sejauh 49,75 meter.

Total kontingen Indonesia hingga Selasa (20/10/2026) pukul 14.53 WIB sudah memperoleh 3 emas, 3 perak dan 15 perunggu. Perolehan tersebut juga mendongkrak posisi Indonesia ke nomor 8 klasemen sementara perolehan medali Asian Para Games 2026. ***

Pilkada & Pilpres

LAINNYA