x

Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Hajar Ganda Malaysia

Laporan: Afrizal Ilmi

4 minutes reading
Monday, 19 Oct 2026 07:00 37

TODAYNEWS.ID — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 setelah mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai final di SJF Bank Arena, Minggu (18/10/2026). Pasangan Indonesia tersebut menang dua gim langsung dengan skor telak 21-8, 21-11 dalam pertandingan berdurasi 31 menit.

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Fajar/Fikri setelah gagal meraih gelar pada final Denmark Open tahun sebelumnya. Fajar mengatakan, keberhasilan kali ini menjadi tambahan motivasi dan kepercayaan diri untuk mengejar prestasi berikutnya.

“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat,” kata Fajar dalam keterangannya, dikutip Senin (19/10/2026).

Pada gim pertama, Fajar/Fikri langsung mengambil kendali permainan dengan unggul 2-1. Mereka kemudian menjauh hingga 5-1 dan terus menekan pasangan Malaysia yang kesulitan mengimbangi tempo permainan.

Fajar/Fikri tampil agresif dan mampu menjaga keunggulan hingga interval gim pertama dengan skor 11-3. Aaron/Soh sempat menambah poin setelah jeda, tetapi pasangan Indonesia tetap mampu mempertahankan kendali pertandingan.

Fajar/Fikri kemudian memperlebar jarak menjadi 16-5 sebelum melaju keunggulan 19-8. Mereka akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan meyakinkan 21-8.

Aaron/Soh mencoba bangkit pada gim kedua dengan merebut keunggulan awal 4-0. Namun, Fajar/Fikri merespons tekanan tersebut dengan meraih lima poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 5-4.

Momentum itu dimanfaatkan pasangan Indonesia untuk terus menambah keunggulan. Fajar/Fikri memimpin 11-6 saat interval gim kedua dan semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.

Setelah interval, Fajar/Fikri terus menekan dan menjauh hingga 17-9. Aaron/Soh sempat menambah dua poin, tetapi upaya tersebut tidak cukup untuk menghentikan laju pasangan Indonesia.

Fajar/Fikri akhirnya mengunci kemenangan 21-11 pada gim kedua. Hasil tersebut memastikan mereka keluar sebagai juara ganda putra Denmark Open 2026 setelah tampil dominan sepanjang pertandingan final.

Fajar mengungkapkan, pengalaman menghadapi Aaron/Soh dalam berbagai pertandingan menjadi salah satu modal penting bagi mereka. Menurut dia, kedua pasangan sudah saling memahami kelebihan dan kelemahan masing-masing karena telah sering bertemu, bahkan sebelum Fajar dan Fikri berpasangan.

“Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan, kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang jadi lawan juga tidak bisa berkembang,” ujar Fajar.

Dia menambahkan, kekalahan di Asian Games sebelumnya turut memacu dirinya dan Fikri untuk kembali meraih hasil terbaik. Fajar berharap kemenangan di Denmark Open dapat menjadi bagian dari peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia, baik di level senior maupun junior.

“Prestasi bulutangkis Indonesia beberapa bulan terakhir sedang cukup baik, semoga terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior tapi juga di junior,” katanya.

Sementara itu, Fikri menegaskan bahwa dirinya dan Fajar tidak boleh cepat puas setelah meraih gelar juara. Dia memilih memandang setiap pertandingan sebagai kesempatan baru untuk kembali berjuang dan memberikan penampilan terbaik.

“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga,” kata Fikri.

Fikri juga mengaku ingin menebus kegagalan pada final Denmark Open tahun lalu, sekaligus memperbaiki hasil setelah kekalahan di Asian Games. Menurut dia, pengalaman bermain bersama Fajar memberinya banyak pelajaran untuk menghadapi pertandingan penting.

“Kalau sebelumnya, untuk saya terutama sering tidak maksimal ketika di final tapi tahun ini dengan pengalaman a Fajar yang sudah melanglangbuana jadi banyak pelajaran dan motivasi yang saya dapat,” ujarnya.

Dia menambahkan, kedewasaan dalam menghadapi pertandingan turut membantunya tampil lebih tenang. Fikri kini berusaha mengurangi beban pikiran dan lebih berfokus pada usaha, ikhtiar, serta doa untuk meraih hasil maksimal.

Kemenangan atas Aaron Chia/Soh Wooi Yik pun menjadi modal berharga bagi Fajar/Fikri untuk melanjutkan perjalanan mereka di level internasional. Gelar Denmark Open 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi pasangan Indonesia tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri dan membidik prestasi berikutnya.

 

Editor: Aziz Arriadh

LAINNYA