Laporan: Asep Awaludin
Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi saat diwawancarai media usai acara Dies Natalis ke-72 di Gedung Achmad Sanusi, Selasa (20/9/2026). TODAYNEWS.ID — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendorong hasil penelitian dosen agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual, tetapi berkembang menjadi produk yang dapat diproduksi secara massal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus pengembangan UPI dalam momentum Dies Natalis ke-72 yang diperingati pada Selasa, 20 Oktober 2026, dengan tema Melesat Berdampak.
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan, penguatan Tridharma Perguruan Tinggi harus diikuti upaya memastikan hasil penelitian dan inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas.
Menurut Didi, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan riset, publikasi, paten, merek, maupun desain industri. Hasil penelitian perlu dilanjutkan hingga menghasilkan prototipe yang dapat dikembangkan menjadi produk siap dipasarkan.
“Kita ingin dari situ kita punya prototipe, prototipe itu bisa diubah menjadi produk yang diproduksi massal dan bisa membuat kesejahteraan untuk masyarakat luas dan juga untuk sivitas akademika UPI,” ujar Didi.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, UPI tengah menyiapkan perusahaan rintisan atau startup yang dikembangkan dari hasil penelitian dosen.
Didi menyebutkan, dua perusahaan rintisan telah berjalan, sementara pengembangan lainnya masih berlangsung. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan antara aktivitas penelitian di lingkungan kampus dan kebutuhan masyarakat.
Hilirisasi riset juga menjadi upaya untuk memperluas manfaat inovasi perguruan tinggi. Dengan pengembangan produk yang berorientasi pada pemanfaatan dan produksi massal, hasil penelitian diharapkan memiliki nilai tambah di luar lingkungan akademik.
Selain mengembangkan inovasi, UPI berupaya memperkuat kinerja riset dan publikasi ilmiah agar mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian akademik di tingkat internasional.
Saat ini, UPI memiliki dua bidang yang masuk dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject, yakni Education pada posisi ke-132 serta English Language and Literature di kisaran posisi 400-an.
UPI juga menargetkan peningkatan kinerja riset dan publikasi pada bidang linguistik, sport sciences, serta pariwisata.
Didi menegaskan, tema Melesat Berdampak mencerminkan komitmen UPI untuk menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara lebih cepat, siap, dan produktif.
Dampak tersebut, lanjutnya, perlu dirasakan langsung oleh mahasiswa maupun masyarakat di sekitar kampus. Bagi mahasiswa, salah satu indikatornya adalah kesempatan memperoleh pekerjaan setelah lulus atau kemampuan membangun usaha secara mandiri.
Berdasarkan data yang dipantau UPI, tingkat penyerapan lulusan mencapai 86 persen dengan rata-rata masa tunggu memperoleh pekerjaan sekitar 15 bulan. UPI menargetkan angka penyerapan tersebut dapat meningkat hingga 100 persen.
Didi menjelaskan, lulusan UPI tidak hanya berkarier di sektor pendidikan. Alumni juga bekerja di bidang perbankan, korporasi, hingga diplomasi. Karena itu, penguasaan ilmu sesuai bidang studi perlu dilengkapi keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Menurut dia, penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi beragam kebutuhan dunia kerja.
Melalui pengembangan startup berbasis riset, peningkatan kualitas akademik, dan penguatan kompetensi lulusan, UPI berupaya menerjemahkan tema Melesat Berdampak menjadi langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan di dalam maupun di luar kampus. ***
Editor: Azis Arriadh