x

Imbas Dugaan Keracunan MBG, BGN Bekukan SPPG Padalarang

waktu baca 3 menit
Senin, 14 Sep 2026 23:06 91 Asep Awaludin

TODAYNEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sanksi itu diberikan setelah ditemukan sejumlah catatan dalam pelaksanaan SOP di tengah kasus dugaan keracunan MBG.

Penghentian operasional tersebut berlaku selama maksimal 20 hari terhitung mulai Senin (14/9/2026). Selama masa tersebut, pengelola SPPG diwajibkan melakukan perbaikan terhadap sejumlah temuan sebelum dapat kembali beroperasi.

Pengawas SPPG Bandung Barat, Fauzan Azima mengatakan, penghentian sementara tersebut tidak serta-merta berarti dapur akan kembali beroperasi setelah 20 hari. Pembukaan kembali harus menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari pihak terkait.

“Jadi, 20 hari itu batas maksimal suspensinya. Setelah itu belum tentu langsung dibuka. Kami tetap menunggu perbaikan selesai, kemudian ada surat pencabutan suspend dan rekomendasi dari tingkat terkait,” kata Fauzan saat ditemui di SPPG Padalarang Cipeundeuy, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, masa penghentian dapat diperpanjang apabila seluruh perbaikan yang diwajibkan belum diselesaikan dalam waktu tersebut.

“Kalau perbaikannya belum dilakukan atau belum selesai, tentu suspensinya bisa diperpanjang,” ujarnya.

Sebelum menjatuhkan sanksi, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap operasional SPPG. Pemeriksaan melibatkan Dinas Kesehatan, kepolisian, pemerintah desa, kecamatan, sekretariat, serta unsur keluarga berencana (KB).

Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan data yang diterima Fauzan dari Dinas Kesehatan, terdapat 30 orang yang terkonfirmasi mengalami keluhan kesehatan. Lima orang telah diperbolehkan pulang, sementara 25 lainnya masih menjalani perawatan di dua rumah sakit dan satu klinik.

Meski demikian, penyebab keluhan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan makanan MBG. Tim kesehatan masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para korban.

“Untuk penyebabnya masih dalam pemeriksaan dari sisi kesehatan. Jadi belum bisa dipastikan apakah keluhan tersebut memang akibat makanan MBG atau ada faktor lain,” katanya.

Fauzan menjelaskan, makanan yang diduga dikonsumsi para korban merupakan menu yang disajikan pada Rabu. Sementara keluhan kesehatan baru muncul pada Jumat.

Selain memeriksa dugaan penyebab gangguan kesehatan, tim juga mengevaluasi penerapan SOP di dapur SPPG. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah catatan yang masuk kategori mayor dan minor.

“Beberapa SOP memang belum maksimal dilakukan. Ada catatan yang sifatnya mayor dan ada juga minor. Kalau mayor, itu wajib diperbaiki sebelum operasional bisa berjalan kembali,” tuturnya.

Salah satu temuan mayor berkaitan dengan proses pencucian ompreng yang masih dilakukan di lokasi terpisah. Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan dan keamanan makanan.

“Yang menjadi salah satu catatan mayor adalah pencucian ompreng yang masih dilakukan di tempat terpisah. Itu harus diperbaiki karena menyangkut kesehatan dan kebersihan peralatan,” ucap Fauzan.

Selain persoalan tersebut, terdapat sejumlah catatan minor terkait alur dan pelaksanaan SOP di dalam dapur. Pihak pengelola melalui kepala SPPG telah diminta segera menindaklanjuti seluruh temuan tersebut bersama pihak kemitraan.

Di sisi lain, Fauzan memastikan proses penyajian makanan selama ini telah memperhatikan ketentuan waktu distribusi. Terlebih, sejumlah sekolah penerima manfaat berada tidak jauh dari lokasi SPPG.

“Kalau dari waktu penyajian sudah sesuai SOP. Untuk sekolah yang paling dekat, jaraknya hanya sekitar 200 sampai 300 meter, jadi setelah makanan selesai langsung kami distribusikan,” katanya.

Ia menambahkan, petugas SPPG juga diwajibkan berada di lokasi pada jam-jam kritis, yakni mulai pukul 02.00 hingga 08.00 WIB. Sebelum makanan didistribusikan kepada siswa, makanan juga dicicipi terlebih dahulu oleh petugas.

“Kami standby di jam-jam kritis. Sebelum makanan didistribusikan, kami juga mencicipinya terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya,” tandasnya. ***

+ posts

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor