IMG-20260831-WA0014 TODAYNEWS.ID — Piala Soeratin tingkat Provinsi Papua kembali bergulir pada 2026. Legenda sepak bola Papua dan mantan pemain Timnas Indonesia Rully Nere menyambut positif kembalinya kompetisi tersebut.
Rully menilai turnamen ini dapat memperkuat pembinaan pemain muda di Tanah Papua. Menurutnya, kompetisi berjenjang memberi ruang bagi pemain untuk berkembang sejak usia dini.
Piala Soeratin Papua tahun ini mempertandingkan tiga kelompok usia. Kategori tersebut meliputi U-13, U-15, dan U-17.
“Sangat bagus karena sudah cukup lama kita tidak melihat kompetisi seperti ini berjalan secara rutin dan berjenjang,” kata Rully saat dihubungi, Senin (31/8/2026). Ia menilai anak-anak Papua kembali memiliki wadah untuk menunjukkan kemampuan.
Rully juga menyoroti minimnya pemain asli Papua yang menembus Timnas Indonesia. Kondisi tersebut membuatnya berharap pembinaan usia muda kembali menjadi perhatian.
Rully memiliki pengalaman bermain bersama Persipura dan Timnas Indonesia. Ia menyebut kondisi pemain Papua di level tim nasional saat ini berbeda dibandingkan masa sebelumnya.
“Saya sebagai pemain asli Papua, pernah bermain di Persipura dan Timnas, tentu sedih melihat kenyataan,” ujar Rully. Ia menganggap Piala Soeratin dapat menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan pemain baru.
Papua sendiri memiliki catatan dalam sejarah Piala Soeratin tingkat nasional. Persiss Sorong pernah menjadi juara pada 1987 setelah mengalahkan Persipas Pangkalpinang dengan skor 1-0.
Piala Soeratin Papua 2026 resmi dibuka di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/8/2026). Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026.
Sebanyak 15 tim dari berbagai SSB dan akademi mengikuti turnamen tahun ini. Enam tim berlaga di kategori U-13, tujuh tim mengikuti U-15, dan dua tim bertanding di U-17.
Rully turut mengapresiasi Arya Sinulingga yang menjabat Plt Ketua Asprov PSSI Papua. Ia menilai perluasan kategori usia menunjukkan perhatian terhadap pembinaan sepak bola Papua.
“Ini bukan hanya soal menggelar turnamen, tetapi bagaimana anak-anak punya masa depan melalui sepak bola,” kata Rully. Ia juga meminta dukungan Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri dan para pemangku kepentingan.
PSSI Papua juga berencana meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan match commissioner melalui sertifikasi. Program tersebut dijadwalkan berlangsung dalam tiga bulan ke depan.
Rully menilai penguatan kompetisi dan sumber daya manusia perlu berjalan bersamaan. Ia berharap pembinaan tersebut dapat kembali melahirkan pemain Papua yang mampu tampil di level nasional hingga Timnas Indonesia.