Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat membahas sejumlah isu strategis bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta sejumlah menteri dan pejabat terkait di kediamannya di Hambalang, kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8/2026). Foto: BPMI Setpres TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu strategis bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta sejumlah menteri dan pejabat terkait di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis mengatakan bahwa salah satu isu yang menjadi pembahasan adalah Presiden meminta laporan perkembangan terkait penyesuaian persyaratan rekrutmen masyarakat suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar kesempatan masyarakat Dayak pedalaman untuk mengabdi sebagai prajurit TNI semakin terbuka.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” tulis Seskab.
Sebelumnya dalam pertemuan antara Prabowo dengan Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026), ia menyerap aspirasi masyarakat Dayak yang salah satunya menyampaikan ingin mengabdi kepada negara dengan bergabung menjadi prajurit TNI-Polri.
Sebab itu, Teddy mengatakan persyaratan bagi warga Dayak yang ingin bergabung dengan TNI-Polri akan disesuaikan dengan mempertimbangkan karakteristik adat.
“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat,” ungkap Teddy.