Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Tasnim TODAYNEWS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa isu Palestina tetap menjadi perhatian paling krusial bagi dunia Islam di tengah dinamika regional saat ini. Ia juga mempertegas komitmen penuh Teheran dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Kepala Biro Politik Hamas yang baru, Khalil al-Hayya seperti dilaporkan Tasnim, pada Kamis (5/8/2026).
Selain menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Al-Hayya, Pezeshkian mendoakan keberhasilannya dalam memimpin perjuangan bangsa Palestina, khususnya warga Jalur Gaza yang tengah menghadapi krisis.
Dalam dialog itu, Pezeshkian turut memberikan penghormatan khusus pada peringatan gugurnya mantan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Ia mengecam insiden pembunuhan Haniyeh saat berkunjung ke Iran sebagai “kejahatan pengecut” yang dilakukan oleh rezim Israel.
Pezeshkian memuji ketangguhan rakyat Palestina dalam menghadapi aksi militer Israel. Ia memastikan bahwa simpati pejabat dan rakyat Iran selalu menyertai warga Palestina yang tertindas, serta berjanji Republik Islam Iran tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun untuk membantu mereka.
Pezeshkian menambahkan bahwa tindakan agresi AS dan Israel terhadap wilayah Iran belakangan ini tidak memalingkan fokus Teheran.
Isu Palestina ditegaskannya tetap memegang peran sentral dalam kebijakan luar negeri Iran serta menjadi perhatian utama Pemimpin Revolusi Islam. Oleh karena itu, ia menyerukan konsolidasi dan persatuan yang lebih erat di antara negara-negara Muslim.
Sementara itu, Khalil al-Hayya mengapresiasi kepemimpinan dan dukungan berkelanjutan dari Iran. Ia menilai wafatnya Haniyeh di Teheran melambangkan persatuan darah, nasib, dan posisi bersama umat Islam terkait perjuangan Palestina. Al-Hayya juga menyebut rezim Israel sebagai sumber utama ketidakstabilan di kawasan meskipun disokong oleh AS.
Terkait situasi perang di Gaza, Tepi Barat, dan kompleks Masjid Al-Aqsa, Al-Hayya menegaskan bahwa Hamas tengah melakukan negosiasi politik yang terkoordinasi dengan fraksi-fraksi Palestina lainnya.
Ia menegaskan bahwa Hamas tidak akan meloloskan keinginan Israel di meja perundingan. “Sebagaimana keteguhan kami di medan perang, kami tidak akan membiarkan rezim Israel meraih melalui jalur diplomasi apa yang gagal mereka capai secara militer,” tegas Al-Hayya.