x

Iran Desak PBB Ambil Tindakan Usai AS Lancarkan Serangan Besar

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 20:14 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Republik Islam Iran secara resmi telah memberitahukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang serangan militer skala besar Amerika Serikat (AS) yang baru terhadap wilayahnya.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani,, menyampaikan laporan tersebut melalui surat resmi yang ditujukan kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB.

Dalam suratnya, Iravani mendesak PBB untuk mengambil tindakan segera dan memperingatkan Washington mengenai konsekuensi dari eskalasi militer tersebut.

Dilansir dari kantor berita Press TV, Kamis (9/7/2026), Iravani melayangkan protes keras atas tindakan AS yang dinilai sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Ia menegaskan bahwa AS terus melancarkan agresi tanpa provokasi yang mengancam kedaulatan serta integritas wilayah Iran.

Adapun surat tersebut dilayangkan sehari setelah AS menggelar serangan besar-besaran di wilayah selatan Iran yang mengakibatkan kerusakan material parah dan gugurnya beberapa prajurit Iran.

Laporan kantor media Iran ini menyebutkan, bahwa tidak lama setelah itu, jet tempur Amerika dilaporkan kembali memperbarui serangan ke berbagai target di lokasi yang sama.

Dalam pemberitaan mengenai serangan yang kembali terjadi, media Iran menyebutkan serangan terhadap kota-kota di selatan seperti Chabahar, di mana sebuah rumah sakit dan infrastruktur listrik menjadi sasaran, Iranshahr, di mana terjadi satu korban jiwa, dan Bushehr, di antara beberapa tempat lainnya.

AS Dinilai Melanggar Kesepakatan Damai

Dalam suratnya, Iravani juga mengingatkan bahwa agresi militer ini melanggar nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan tersebut baru saja ditandatangani kedua belah pihak bulan lalu, setelah Iran menghadapi rentetan serangan tanpa jeda dari Amerika-Israel selama lebih dari 100 hari.

Iran menegaskan bahwa tindakan “berulang kali dan sengaja” yang dilakukan AS ini secara fundamental telah membatalkan MoU tersebut. Oleh karena itu, Washington dianggap harus memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi hukum dan politik yang lahir dari eskalasi berbahaya ini.

Desakan Terhadap PBB

Iran mengecam keras tindakan AS yang dianggap menunjukkan pengabaian total terhadap hukum internasional.

Dubes Iran itu pun meminta Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB menjalankan fungsinya sesuai mandat Piagam PBB untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan agresi dan memastikan akuntabilitas Washington.

Di akhir suratnya, Iravani menyayangkan sikap pasif Dewan Keamanan PBB dalam merespons pelanggaran-pelanggaran sebelumnya.

Menurutnya, pembiaran dari pihak PBB justru “mendorong Amerika Serikat untuk terus meningkatkan penggunaan kekerasan yang melanggar hukum, yang pada akhirnya melemahkan otoritas Dewan Keamanan serta membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.”

Diakhir suratnya, Iravani menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat memikul “tanggung jawab penuh dan tanpa keraguan” atas semua konsekuensi yang timbul dari pelanggarannya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
9 hours ago
12 hours ago
16 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor