x

Pengamat Respons Tuduhan Wasit Bela Argentina: Keputusan Tetap Mutlak di Lapangan

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Jul 2026 12:15 37 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Kontroversi mewarnai kemenangan Argentina atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski pelatih Mesir menuding wasit tidak adil, pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai keputusan wasit tetap menjadi otoritas tertinggi di lapangan.

Argentina memastikan tiket ke perempat final setelah menang dramatis 3-2. Albiceleste bangkit dari ketertinggalan dua gol melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.

Sebelum itu, Mesir sempat mengejutkan Argentina dengan keunggulan 2-0. Gol dicetak oleh Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico.

Kontroversi pertama muncul ketika gol kedua Zico pada menit ke-58 dianulir. Wasit Francois Letexier membatalkan gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR.

Kontroversi kembali terjadi pada masa injury time. Kubu Mesir memprotes gol kemenangan Enzo Fernandez karena menilai terjadi pelanggaran dalam proses serangan Argentina.

Kesit mengatakan setiap keputusan wasit memiliki unsur subjektivitas. Menurutnya, penggunaan VAR tidak menghilangkan kewenangan wasit dalam mengambil keputusan akhir.

“Wasit tetap menjadi orang nomor satu yang memutuskan apakah terjadi gol atau tidak, apakah ada pelanggaran atau tidak, meskipun sudah ada VAR,” kata Kesit saat dihubungi, Rabu (8/7/2026).

Ia menilai perbedaan pendapat dari penonton maupun tim yang bertanding merupakan hal wajar. Namun, keputusan wasit tetap berlaku dan menentukan hasil pertandingan.

Kesit juga menanggapi anggapan bahwa Argentina atau Lionel Messi mendapat perlakuan istimewa. Menurutnya, penilaian tersebut sah sebagai opini, tetapi bukan dasar untuk mengesampingkan kualitas permainan Argentina.

Ia menilai kebangkitan Argentina lebih dipengaruhi mentalitas sebagai juara bertahan. Tim asuhan Lionel Scaloni dinilai mampu menunjukkan karakter saat berada dalam tekanan.

“Sebagai juara bertahan mentalitas mereka memang sangat luar biasa. Sudah tertinggal dua gol juga ternyata mereka mampu bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai tim juara,” ujar Kesit.

Sementara itu, pelatih Mesir Hossam Hassan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Ia menyebut wasit tidak adil dan bahkan menuding turnamen diarahkan untuk menguntungkan Argentina.

“Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya dan dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Tapi (wasit) menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa. Turnamen ini sudah diarahkan untuk Argentina,” kata Hassan dikutip dari Sky Sports.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
9 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor