x

Gagal Capai Target di AJC 2026, PBSI Siapkan Evaluasi Menuju Kejuaraan Dunia Junior

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 18:00 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Manajer Tim Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2026, Eskar Denatara, melakukan evaluasi terhadap penampilan tim sepanjang turnamen. Hasil tersebut akan menjadi bahan pembenahan menuju World Junior Championships (WJC) 2026.

Indonesia belum mampu memenuhi target pada AJC 2026. Meski demikian, Eskar menilai ajang tersebut memberikan banyak pelajaran bagi para atlet muda.

Menurut Eskar, format pertandingan beregu dengan sistem game 55 poin membuat setiap laga berlangsung sangat dinamis. Kemampuan memanfaatkan momentum menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.

Saat menghadapi Korea di fase grup, Indonesia mampu mengendalikan momentum pertandingan. Namun, situasi berbeda terjadi ketika melawan Malaysia dan Thailand.

“Saat menghadapi Korea di fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan. Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial,” ujar Eskar dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Ia menilai kualitas teknik, fisik, dan mental atlet Indonesia sudah cukup baik. Namun, aspek taktikal, ketenangan bermain, dan pengalaman internasional masih perlu ditingkatkan.

Menurut Eskar, beberapa atlet bahkan baru menjalani debut internasional di AJC 2026. Pengalaman bertanding di level tinggi dinilai penting untuk membentuk kematangan mereka.

Pada nomor perorangan, Indonesia menempatkan tujuh wakil di babak perempat final. Sektor tunggal putra mencatat hasil terbaik melalui Fardhan Joe yang meraih medali perak setelah sebelumnya meraih perunggu.

Eskar menilai sektor putri masih membutuhkan peningkatan kekuatan fisik, terutama strength dan power endurance. Sementara sektor ganda putra perlu memperbaiki kemampuan mengelola tekanan pada poin-poin krusial.

“Sektor ganda putri menunjukkan perkembangan dengan meloloskan dua pasangan ke perempat final. Di sektor ganda campuran, pasangan-pasangan non-pelatnas juga mampu memberikan perlawanan yang cukup baik,” jelas Eskar.

Ia juga menyoroti meningkatnya kekuatan negara-negara peserta di level junior Asia. Selain China, Jepang, dan Korea, Hong Kong China, Thailand, serta Chinese Taipei juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurut Eskar, kondisi tersebut membuat persaingan semakin merata. Karena itu, pembinaan atlet harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan kompetisi.

Menutup evaluasinya, Eskar menyampaikan permohonan maaf karena Indonesia belum berhasil meraih gelar juara di AJC 2026. Ia memastikan seluruh catatan dari turnamen akan menjadi bahan pembenahan menjelang World Junior Championships 2026.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
12 hours ago
13 hours ago
1 day ago
1 day ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor