x

BI Pastikan Inflasi Tetap Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 16:07 27 Azis Arriadh

TODAYNEWS,ID – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi tetap terkendali di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

“Kami terus berkoordinasi pusat dan daerah menjaga inflasi karena harga global naik,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Perry menjelaskan, sinergi dalam pengendalian inflasi menjadi langkah penting agar laju kenaikan harga tetap terkendali. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat terjaga sekaligus memperkuat stabilitas fiskal dan moneter nasional.

“Sehingga sama-sama inflasi itu terjaga, rakyatnya sejahtera dan fiskal moneter tetap kuat dan InsyaAllah tetap kuat,” katanya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia memandang inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 masih berada dalam sasaran yang ditetapkan. Realisasi inflasi tercatat sebesar 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), berkat eratnya sinergi pengendalian inflasi antara bank sentral dengan pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, inflasi yang tetap terjaga juga didukung oleh penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional serta konsistensi kebijakan moneter yang diterapkan BI.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen (rentang 1,5-3,5 persen) pada 2026 dan 2027,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Rabu (1/7), IHK pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat mencapai 3,34 persen (year-on-year/yoy).

Inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,22 persen (mtm).

Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi terutama oleh tingginya harga komoditas global. Meski demikian, ekspektasi inflasi tetap terjaga sehingga mendukung stabilitas harga. Secara tahunan, inflasi inti pada Juni 2026 mencapai 2,76 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang sebesar 2,59 persen (yoy).

Sementara itu, kelompok volatile food pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mencapai 0,22 persen (mtm).

Inflasi kelompok volatile food terutama dipicu oleh kenaikan harga bawang merah, bawang putih, dan beras. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan produksi di daerah sentra, meningkatnya biaya transportasi, serta berakhirnya musim panen raya.

Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 5,58 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi pada bulan sebelumnya yang mencapai 6,24 persen (yoy).

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
10 hours ago
11 hours ago
1 day ago
1 day ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor