Ilustrasi bendera AS-Iran. Foto: iStock TODAYNEWS.ID – Perundingan damai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, di Swiss pada Minggu 21 Juni 2026 masih tersendat.
Seperti dilaporkan kantor berita Iran, ditangguhkannya perundingan tersebut lantaran Presiden AS Donald Trump kembali membuat ancaman terhadap Iran dan delegasi negara itu.
“Delegasi Iran telah menyampaikan keberatannya kepada pihak Amerika dan saat ini sedang menilai kondisi untuk memberikan tanggapan yang tepat terhadap ancaman verbal Trump,” kata sumber tersebut berbicara kepada kantor berita Iran, pada hari Minggu.
Sebelumnya, Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya pada hari Minggu, mengancam akan memulai kembali perang dengan Iran.
Dia memperingatkan Teheran untuk mengendalikan sekutunya di Lebanon atau menghadapi serangan militer AS yang lebih dahsyat dan diperbarui.
“Iran harus segera menghentikan para PROKTOR mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, bahkan lebih keras lagi!!!” tulis Trump.
Selain itu Trump juga mengancam jika Teheran masih menutup Selat Hormuz, maka para negosiator Iran tidak akan kembali dengan selamat ke negaranya.
Sebagai informasi, ancaman Trump untuk melakukan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran merupakan pelanggaran langsung terhadap komitmen AS berdasarkan kesepakatan damai sementara pada pasal 1 dalam perjanjian yang sudah ditandatangani secara digital.
“Tidak memulai perang atau operasi militer apa pun terhadap satu sama lain, dan untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain,” bunyi Pasal 1 MoU tersebut.