Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/5/2024). Foto: ANTARA TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk bergerak cepat menyelamatkan sejumlah warga negara Indonesia yang dicegat dan ditangkap militer Israel saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.
Ia menegaskan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) perlu segera mengaktifkan jalur diplomasi back channel serta memanfaatkan berbagai instrumen multilateral guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat.
“Pemerintah harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral. Indonesia perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) melakukan intervensi langsung demi memastikan kondisi para WNI,” kata Hasanuddin di Jakarta, Selasa.
Sebanyak sembilan WNI yang terdiri atas aktivis hingga jurnalis dilaporkan telah ditangkap militer Zionis Israel dalam insiden tersebut.
Menurut Hasanuddin, tindakan Angkatan Laut Israel terhadap kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan serta jurnalis di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan navigasi internasional. Selain itu, tindakan tersebut juga dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa.
“Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan. Ini bukan hanya menyangkut keselamatan WNI, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan terhadap misi kemanusiaan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negaranya di luar negeri, termasuk mereka yang tengah menjalankan misi kemanusiaan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri turut menyatakan kecaman keras terhadap aksi pasukan Zionis Israel yang kembali mencegat konvoi flotilla kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan Siprus, termasuk dugaan penculikan terhadap sejumlah WNI yang berada dalam rombongan tersebut.
“Kemenlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (18/5).
Yvonne menjelaskan insiden pencegatan konvoi kemanusiaan tersebut terjadi di perairan Siprus yang berada di kawasan timur Laut Mediterania pada Senin waktu setempat.