x

Iran: Era Intimadasi AS Telah Berakhir

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 07:24 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang berulang kali melakukan pelanggaran besar terhadap nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati.

Dalam pernyataan di akun X miliknya @mb_ghalibaf pada Rabu (8/7/2026), ia membagikan sejumlah pelanggaran yang telah dilakukan oleh Gedung Putih.

“Pelanggaran MoU besar oleh AS: 1. Melanggar penyesuaian Iran di Selat. 2. Ancaman berulang akan serangan lebih lanjut. 3. Memulihkan sanksi minyak. 4. Serangan terhadap Iran selatan, 5. Agresi Zionis yang berkelanjutan terhadap Lebanon,” kata Qalibaf dalam unggahannya.

Qalibaf menyatakan pelanggaran yang terus dilakukan Washington tidak akan melemahkan tekad Iran, dan menegaskan bahwa era intimidasi dan pemerasan Washington terhadap Teheran telah berakhir.

“Era intimidasi dan pemerasan sudah berakhir. Itu tidak membawa ke mana-mana. Kami tidak akan menyerah,” tegas Qalibaf.

Sebagai informasi, pada 17 Juli 2026 Iran dan AS telah menandatangani MoU yang dimediasi oleh Pakistan.

Nota kesepahaman tersebut menyerukan tentang penghentian permanen permusuhan di semua lini dan mencakup komitmen dari kedua belah pihak untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut mengenai kesepakatan akhir dalam 60 hari ke depan.

Berdasarkan kesepakatan 14 poin tersebut seperti dilaporkan Press TV, Iran diwajibkan untuk memastikan jalur pelayaran bebas bea bagi kapal komersial setidaknya selama 60 hari, dengan pemulihan penuh lalu lintas di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

Adapun pernyataan Qalibaf muncul setelah media Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di dekat Kabupaten Sirik dan Pulau Qeshm di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah “menyelesaikan putaran serangan ofensif baru terhadap Iran pada 7 Juli, menghantam lebih dari 80 target dengan amunisi presisi.”

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengatakan dalam akun X miliknya pagi hari Rabu, bahwa selama tiga minggu terakhir, AS telah berulang kali melanggar Pasal 1 dan 2 dari MoU melalui tindakan Israel di Lebanon dan pernyataan ancaman yang ditujukan kepada Iran.

“Iran, sambil mengeluarkan peringatan serius tentang konsekuensi pelanggaran komitmen Amerika Serikat, akan mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan nasionalnya,” tegas Gharibabadi.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor