Kementerian Ekraf Apresiasi Save My Generation Conference 2026. (Dok. Kemen Ekraf) TODAYNEWS.ID — Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan peran strategis generasi muda dalam menggerakkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan nasional. Melalui Save My Generation Conference 2026, pemerintah mendorong ekosistem yang mendukung kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan agar talenta muda mampu bersaing hingga tingkat global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan pandangannya dalam workshop yang digelar di Rhema Building Convention Center. Ia menekankan pentingnya membangun karakter dan dampak nyata dalam setiap karya generasi muda.
Menurutnya, tren keterlibatan generasi muda dalam ekonomi kreatif terus meningkat. Hal ini membuka peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas.
“Tren generasi muda terhadap ekonomi kreatif sangat luar biasa membuka peluang nyata dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Intinya, tugas Kementerian Ekraf ingin membuat karya dan jenama lokal bisa go national champion, serta berlanjut go global. Jadikan kreativitas sebagai aksi, inovasi sebagai solusi, dan kontribusi sebagai tujuan,” ujar Teuku Riefky.
Ia menegaskan bahwa dukungan ekosistem menjadi kunci keberhasilan sektor ini. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, akses pembiayaan, hingga perlindungan kekayaan intelektual.
Kementerian Ekraf juga mendorong generasi muda untuk berani memulai usaha kreatif. Langkah awal dapat dilakukan dengan mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
“Indonesia tidak kekurangan talenta dan ide kreatif. Mari kita berani mulai berkreasi dari hari ini melalui GEMPAR sehingga bisa menumbuhkan kolaborasi. Selain itu, kita harus memastikan setiap karya memiliki dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Workshop ini mengusung tema ‘Elevate to Impact’ dan dihadiri ratusan peserta. Hampir 500 Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) Indonesia mengikuti kegiatan tersebut.
Selain Menteri Ekraf, acara ini juga menghadirkan Merry Riana sebagai pembicara. Ia membagikan pandangan mengenai pentingnya dampak dalam setiap karya dan bisnis.
“Impact itu sederhana, sebelum dan sesudah kehadiran kita harus ada perbedaan. Indikatornya, karya, bisnis yang kita bangun, atau apa yang kita lakukan bisa berguna, harus memberikan manfaat, menggerakkan orang lain, dan menciptakan perubahan keberlanjutan yang nyata,” tutur Merry Riana.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak menunda langkah. Keberanian memulai disebut sebagai kunci dalam menciptakan perubahan.
“Ingat, hidup itu adalah kesempatan. Jangan pernah sia-siakan dan menunggu semua harus sempurna untuk mulai. Hadirkan talentamu, lakukan yang terbaik, serta percaya bahwa setiap langkah kecil bisa membawa dampak besar,” lanjutnya.
Kementerian Ekraf menyatakan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi. Sinergi dengan komunitas, industri, dan pemerintah daerah menjadi fokus utama.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif di berbagai daerah. Selain itu, sektor ini ditargetkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf turut didampingi sejumlah pejabat terkait. Mereka antara lain Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf Adi M. Rivai dan Plt. Direktur Sistem Pemasaran Aulia Chloridiany.
Hadir pula berbagai pemangku kepentingan dari pusat dan daerah. Keterlibatan ini menunjukkan dukungan luas terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis generasi muda.