Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait dan Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 Tsamara Amany di Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (25/7/2026). TODAYNEWS.ID — Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 menggandeng 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal selama turnamen pramusim berlangsung. Pelibatan itu mencakup UMKM di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan Kota Surabaya, Jawa Timur.
Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 Tsamara Amany mengatakan panitia menerapkan proses seleksi yang lebih ketat pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan UMKM yang berpartisipasi selama turnamen.
Menurut Tsamara, panitia membagi UMKM ke dalam tiga kelompok. Ketiga kelompok itu meliputi UMKM yang telah dikenal, UMKM yang sedang naik kelas, dan UMKM baru yang tengah berkembang.
“UMKM dibagi menjadi tiga kategori, yaitu UMKM lokal yang sudah cukup dikenal, UMKM yang sedang naik kelas, dan UMKM baru yang sedang berkembang. Tiga kategori tersebut menjadi dasar kami dalam memilih UMKM yang terlibat,” kata Tsamara, Sabtu (25/7/2026).
Pembagian kategori tersebut menjadi dasar dalam proses kurasi peserta. Panitia menggunakan klasifikasi itu untuk memastikan keterlibatan UMKM dari berbagai tingkat perkembangan usaha.
Tsamara menjelaskan Piala Presiden sejak awal dirancang tidak hanya sebagai ajang sepak bola. Turnamen ini juga diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
Ia menegaskan pelibatan UMKM bukan sekadar pelengkap penyelenggaraan pertandingan. Kehadiran pelaku usaha menjadi bagian dari ekosistem turnamen yang dibangun panitia.
Selain aspek ekonomi, panitia juga mencatat tingginya minat masyarakat terhadap pertandingan pembuka. Seluruh tiket yang disediakan telah habis terjual sebelum laga dimulai.
Tsamara menyebut sebanyak 24.000 lembar tiket telah terjual. Ia berharap seluruh rangkaian persiapan berjalan lancar hingga pertandingan berlangsung.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan seluruh persiapan berjalan lancar. Kami sudah melakukan pengecekan. Antusiasme penonton luar biasa, tiket yang terjual sebanyak 24.000 lembar dan sudah habis terjual,” kata Tsamara.
Panitia juga memastikan berbagai kebutuhan teknis telah dipersiapkan. Salah satu fokus utama adalah kesiapan pengamanan selama turnamen.
Menurut Tsamara, pengamanan melibatkan berbagai unsur. TNI, Polri, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan ikut mendukung penyelenggaraan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aspek keamanan. Dukungan dari petugas keamanan sipil dan steward turut membantu kelancaran persiapan.
“Dari segi keamanan, kami mengucapkan terima kasih karena sangat dibantu oleh unsur keamanan sipil, steward, TNI, dan Polri,” ujarnya.
Panitia berharap sinergi antarlembaga dapat menjaga keamanan selama turnamen berlangsung. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan menjelang pertandingan.
Dengan pelibatan UMKM dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Piala Presiden 2026 tidak hanya berfokus pada pertandingan di lapangan. Turnamen ini juga diharapkan memberi dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara.