x

PBSI Evaluasi All England 2026, Penampilan Pemain Muda Dinilai Menjanjikan

waktu baca 3 menit
Senin, 9 Mar 2026 16:26 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pengurus Pusat PBSI melakukan evaluasi terhadap penampilan tim Indonesia di All England Open Badminton Championships 2026. Evaluasi dilakukan setelah target meraih satu gelar pada turnamen tersebut belum tercapai.

Turnamen All England merupakan salah satu ajang paling prestisius dalam kalender BWF World Tour. Indonesia menurunkan sejumlah pemain yang sebagian di antaranya merupakan generasi muda.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan hasil turnamen tersebut memiliki dua sisi yang perlu diperhatikan. Ia menilai ada catatan positif sekaligus hal yang harus menjadi bahan evaluasi.

Menurut Eng Hian, perkembangan pemain muda menjadi salah satu aspek yang patut diapresiasi. Para pemain tersebut dinilai mampu tampil kompetitif meski menghadapi tekanan tinggi.

“Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” kata Eng Hian.

Apresiasi khusus diberikan kepada pasangan Raymond Indra dan Joaquin. Ganda tersebut berhasil melangkah hingga babak semifinal dalam turnamen tersebut.

Dalam perjalanan menuju semifinal, pasangan itu mampu mengalahkan beberapa unggulan. Mereka menyingkirkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga.

Raymond Indra dan Joaquin juga menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan pada babak semifinal. Meski kalah, mereka dinilai mampu memberikan perlawanan yang kuat.

Penampilan tersebut dianggap menunjukkan potensi besar dari pasangan muda tersebut. PBSI menilai keduanya memiliki kualitas untuk berkembang di level tertinggi.

Namun demikian, Eng Hian mengakui target meraih satu gelar belum berhasil dicapai. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi bagi tim Indonesia.

“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar. PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi,” papar Eng Hian.

PBSI juga menyadari tingginya harapan masyarakat terhadap prestasi bulutangkis Indonesia. Terlebih, All England merupakan salah satu turnamen yang memiliki nilai historis bagi Indonesia.

“Kami juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujar Eng Hian.

Setelah All England, tim Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa. Para atlet dijadwalkan mengikuti Swiss Open yang juga menjadi bagian dari kalender BWF World Tour.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

24 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x