Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Getty Images TODAYNEWS.ID – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa sekarang sudah saatnya Amerika Serikat (AS) meninggalkan sanksi-sanksi “sia-sia” dan kebijakan perang yang gagal terhadap Iran.
“Anda telah mencoba sanksi dan perang terkait Iran dan tidak membuahkan hasil. Sekarang saatnya untuk mencoba diplomasi dan rasa hormat,” kata Gharibabadi dalam pidatonya di Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, pada Senin (23/2/2026).
Seperti diberitakan, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, mengatakan kepada Fox News, bahwa Presiden Donald Trump mengaku kebingungan dan penasaran mengapa Iran tidak pernah “menyerah” atas program nuklirnya, meskipun selalu ada sanksi dan ancaman kekuatan militer dari Amerika.
“Saya tidak ingin menggunakan kata frustrasi, karena Trump mengerti bahwa ia memiliki banyak alternatif, tetapi dia penasaran mengapa mereka belum menyerah,” kata Witkoff.
Ia mengatakan bahwa Trump tidak ingin menggunakan istilah “frustrasi”, namun mempertanyakan mengapa Teheran belum datang ke meja perundingan dengan komitmen seperti yang diharapkan AS.
“Dengan tekanan sebesar ini, dengan kekuatan laut dan angkatan laut yang kami miliki di kawasan tersebut, mengapa mereka (Iran) tidak datang dan mengatakan “bahwa kami tidak menginginkan senjata nuklir, dan kami siap lakukan?” ujar Witkoff.
Meski begitu, Witkoff mengakui bahwa membawa Iran untuk sampai ke titik tersebut bukanlah hal yang mudah.
Sebab itu, menurut Gharibabadi satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai perdamaian ke depan, adalah perlunya rasa penghormatan yang tulus terhadap diplomasi antar negara.
Gharibabadi menegaskan meski musuh-musuh Iran seperti AS dan Israel selalu memulai perang terhadap negaranya, tetapi mereka tidak pernah bisa menentukan hasil akhir dari perang tersebut.
“Musuh-musuh Iran mungkin memulai perang, tetapi mereka tidak akan mampu menentukan akhirnya,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Hukum dan Urusan Internasional Iran itu.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Iran tidak mencari agresi terhadap negara lain, tetapi akan dengan tegas menentang setiap konspirasi militer atau politik terhadap Republik Islam dan akan membela tanah air mereka.