x

750 BUMN Lebih Bakal Ditutup, Prabowo: Ini Restrukturisasi Korporasi Terbesar di Dunia

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Agu 2026 15:28 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan pemerintah tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Prabowo menyebut ratusan BUMN akan ditutup dan hanya perusahaan negara yang produktif serta mampu menciptakan nilai tambah bagi rakyat yang akan dipertahankan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada agenda Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menyoroti masih adanya BUMN yang dinilai tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan usahanya. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah perlu melakukan pembenahan menyeluruh terhadap perusahaan negara.

“BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap, saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” ungkap Prabowo.

Ia juga menyinggung kerja sama antara perusahaan asing dengan BUMN Indonesia yang menurutnya perlu dibenahi agar tidak menjadi celah bagi praktik-praktik yang merugikan kepentingan negara.

“Kita kena masalah karena kan banyak perusahaan-perusahaan asing kerja sama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini,” tegasnya.

Prabowo bahkan membuka kemungkinan pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut pengurus direksi BUMN dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

“Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang mungkin,” kata Prabowo.

Namun, ia menyerahkan keputusan terkait langkah tersebut kepada para wakil rakyat. Prabowo mengatakan persoalan BUMN yang tidak produktif cukup banyak, termasuk perusahaan yang terus mengalami kerugian tetapi dalam laporan justru tercatat memperoleh keuntungan.

“Nah, ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan. Kalau saya laporkan semuanya saya takut rakyat kita marah karena terlalu banyak BUMN yang tidak produktif, rugi terus—laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah konkret dengan menutup 290 BUMN.

“Tapi hari ini saya dengan bangga melaporkan ke majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN,” ungkapnya.

Prabowo kemudian menetapkan target yang lebih besar. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN pada akhir 2026 tidak lebih dari 300 perusahaan.

“Pada 31 Desember 2026 kita targetkan paling banyak hanya memiliki 300 BUMN, 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya BUMN yang produktif, yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi korporasi dalam skala yang sangat besar.

“Ini mungkin restrukturisasi korporasi terbesar di dunia,” kata Prabowo.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyederhanakan struktur BUMN dan memastikan perusahaan negara yang dipertahankan benar-benar mampu memberikan manfaat serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
11 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor