x

Wamenaker Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang Kerja di Luar Negeri

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 2 menit
Rabu, 23 Sep 2026 08:04 27

TODAYNEWS.ID – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda Indonesia memanfaatkan bonus demografi dengan mengambil peluang magang dan bekerja di luar negeri. Kesempatan tersebut dinilai dapat membuka jalan bagi anak muda untuk mengembangkan keterampilan sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar, dan bagi mereka yang berminat ke luar negeri kami didik, kami latih, dan diberikan kompetensi dan skill yang memadai,” katanya saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, Magang Hub Nasional dan Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Afriansyah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah gencar mengembangkan program penempatan tenaga kerja profesional yang memiliki keahlian khusus di sejumlah negara mitra, termasuk Jepang.

Di Negeri Sakura, peserta magang dan tenaga kerja Indonesia ditempatkan di berbagai sektor strategis, mulai dari otomotif, pabrik, pertanian hingga pengemudi. Penempatan tersebut disesuaikan dengan kompetensi masing-masing peserta serta perjanjian resmi antarlembaga dan pemerintah.

“Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan,” kata Afriansyah.

Afriansyah juga mengapresiasi Kabupaten Banyuwangi yang menjadi salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak untuk penempatan di Jepang.

“Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang. Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan kemampuan hebat-hebat, termasuk skill bahasa,” kata Afriansyah.

Menurut Afriansyah, kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi relatif baik. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten tersebut tercatat berada di kisaran 10.000 orang.

“Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil, oleh karena itu harus kita dukung,” kata dia.

Afriansyah mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas pelatihan vokasi secara optimal. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui alokasi kuota Pelatihan Vokasi Nasional yang mencapai sekitar 220.000 orang, khusus bagi lulusan SMA/SMK. Seluruh biaya pelatihan tersebut ditanggung penuh oleh negara.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya berhasil turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada 2025.

“Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja, akan tetapi kami juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja,” kata Wabup.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago
6 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor