Laporan: Akbar Budi Prasetia
Kapal tangker meledak di Selat Hormuz usai tabrak ranjau laut Iran. Foto: Press TV TODAYNEWS.ID – Tiga kapal tanker minyak dilaporkan meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau laut saat mencoba melintasi jalur terlarang di selatan Selat Hormuz. Informasi tersebut disampaikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Dalam pernyataan yang dipublikasikan kantor humas Angkatan Laut IRGC pada Kamis (29/10/2026), insiden itu disebut terjadi dalam 24 jam terakhir. Ketiga kapal tanker dilaporkan terdampar di sepanjang pantai selatan jalur perairan strategis tersebut.
IRGC menyatakan kapal-kapal itu mematikan seluruh sistem radar dan navigasi sebelum mencoba meninggalkan wilayah tersebut melalui jalur selatan yang tidak diizinkan. Ketiganya disebut mengabaikan peringatan yang telah disampaikan Angkatan Laut IRGC.
“Kapal-kapal tanker minyak telah mematikan semua sistem radar dan navigasi mereka dan mencoba untuk pergi melalui jalur yang tidak sah di selatan Selat Hormuz, mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut IRGC, ketika mereka menabrak ranjau laut dan meledak,” demikian pernyataan IRGC seperti dilaporkan kantor berita Iran.
Angkatan Laut IRGC juga memperingatkan bahwa jalur tidak resmi di Selat Hormuz dipenuhi ranjau laut. Karena itu, pemilik kapal dan awak kapal disebut bertanggung jawab atas risiko yang timbul akibat penggunaan jalur tersebut.
IRGC turut meminta pemilik dan awak kapal tidak terpengaruh oleh klaim Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di media sosial mengenai situasi di Selat Hormuz.
“Fakta di lapangan akan menentukan hasilnya. Setiap tindakan provokatif, yang didukung oleh teroris dan tindakan jahat militer AS yang menyerang, yang mengabaikan peraturan yang mengatur Selat tersebut akan ditanggapi dengan tegas,” demikian peringatan Angkatan Laut IRGC.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap IRGC terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur yang dinilai tidak sah di kawasan Selat Hormuz.
Editor: Azis Arriadh