x

Prabowo Minta Pembinaan Atlet Diperkuat, Target Prestasi Indonesia Harus Naik

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Okt 2026 09:39 35

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta pembinaan atlet Indonesia dilakukan lebih serius dan sistematis. Menurutnya, prestasi olahraga bukan sekadar soal meraih medali, melainkan juga menyangkut kehormatan dan kekuatan sebuah bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan apresiasi kepada atlet peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Prabowo menilai keberhasilan atlet di arena internasional menjadi gambaran semangat dan daya juang masyarakat Indonesia. Karena itu, olahraga harus mendapat perhatian besar dalam pembangunan nasional.

“Olahraga adalah kehormatan bangsa, bangsa yang kuat akan mencerminkan bahwa rakyatnya kuat, rakyat yang kuat, rakyat yang semangat. Rakyat yang semangat, bangsa semangat, bangsa tidak dapat ditaklukkan, kita ingin jadi bangsa yang terhormat,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para atlet, pelatih, dan seluruh anggota kontingen Indonesia yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa di kompetisi tingkat Asia.

Dia menyebut perjuangan para atlet merupakan bentuk pengabdian dalam menjaga kehormatan Indonesia di hadapan negara-negara lain.

“Saudara-saudara putra putri terbaik bangsa, saudara telah berjuang keras untuk membela kehormatan bangsa, untuk itu saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Prabowo juga mengapresiasi hasil yang diraih kontingen Indonesia dalam dua ajang tersebut. Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia mengumpulkan 5 medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu atau total 39 medali. Perolehan tersebut melampaui target empat medali emas.

Sementara di Asian Para Games, kontingen Merah Putih membawa pulang 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu dengan total 73 medali. Hasil itu juga melampaui target pemerintah yang sebelumnya menetapkan tujuh emas.

Meski memberikan apresiasi, Prabowo mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat seluruh pihak terlena. Dia menilai Indonesia masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan daya saing olahraga di tingkat internasional.

“Kita tidak boleh cepat puas, kita negara keempat terbesar di dunia, kita harus berjuang lebih keras lagi,” tegasnya.

Untuk meningkatkan prestasi ke depan, Prabowo telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini. Pemerintah ingin proses pencarian dan pengembangan bakat olahraga dimulai dari lingkungan sekolah.

Menurut Prabowo, peningkatan prestasi tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan dukungan fasilitas pendidikan dan sarana olahraga yang memadai agar potensi anak-anak di berbagai daerah dapat berkembang.

“Kita harus membina dari anak-anak SD, untuk itu sekolah-sekolah akan kita perbaiki di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dia juga mengarahkan agar setiap kabupaten memiliki sekolah unggulan. Selain itu, sekolah di tingkat kecamatan akan terus dibenahi, termasuk dalam penyediaan fasilitas olahraga.

Dalam acara tersebut, Prabowo turut menegaskan pemberian bonus kepada atlet dan pelatih bukan hanya penghargaan dalam bentuk materi. Bonus tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas perjuangan dan pengorbanan mereka selama membela Indonesia.

“Bonus bukan sekadar hadiah, bonus adalah pengakuan, penghargaan atas jerih payah saudara-saudara,” ucap Prabowo.

Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan olahraga nasional untuk memperkuat koordinasi dan menyusun strategi pembinaan yang berkelanjutan.

Dia berharap prestasi di Aichi-Nagoya menjadi motivasi untuk melahirkan atlet-atlet berkelas dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan olahraga internasional.

“Terima kasih perjuangan kalian, terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia, berjuang terus, berprestasi terus, Indonesia harus jadi bangsa yang menang,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

LAINNYA