Petugas evakuasi jembatan penyeberangan orang (JPO) yang tersangkut truk pengangkut alat berat di Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). Foto: ANTARA TODAYNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menggelar rapat khusus pada pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak setelah tertabrak truk crane pengangkut alat berat.
“Yang untuk JPO Tendean, karena peristiwanya kan baru kemarin terjadi. Dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean,” kata Pramono saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis.
Rapat tersebut akan difokuskan untuk menentukan skema pembangunan agar proses perbaikan JPO dapat berlangsung lebih cepat. Pramono menegaskan JPO Tendean memiliki peran penting karena berada di kawasan strategis dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Menurut Pramono, jika pembangunan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), prosesnya akan memerlukan waktu yang cukup lama.
“Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD tidak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama,” ujar Pramono.
Karena itu, pemerintah akan membahas alternatif pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, Pemprov DKI juga membuka peluang kerja sama strategis dengan pihak swasta melalui sejumlah skema.
“Melalui forum CSR, atau melakukan strategic partnership (mitra strategis) dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming rights (hak penamaan) akan mereka gunakan,” ucap Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan opsi lain yang akan dikaji meliputi pemanfaatan mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan atau Lokasi (SP3L).
“Jadi pada prinsipnya, tidak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis,” kata Pramono.
Terkait kemungkinan langkah hukum terhadap perusahaan pemilik truk crane yang diduga menjadi penyebab kerusakan JPO, Pramono menyebut keputusan tersebut akan dibahas dalam rapat khusus.
“Pertanyaan kemarin mengenai apakah kita akan menuntut kepada perusahaan ataupun, dalam rapat nanti akan saya putuskan,” kata Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Bina Marga membongkar JPO Tendean di kawasan Mampang setelah tertabrak truk pengangkut alat berat.
“Penanganan kami dari Bina Marga yang pertama kita akan membongkar JPO ini,” kata Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal kepada wartawan di JPO Tendean, Jakarta, Selasa (14/7).
Rifki menjelaskan pembongkaran dilakukan karena sebagian tiang penyangga JPO telah terlepas. Selain itu, seluruh struktur harus dibongkar karena tidak memiliki penunjang di bagian tengah.
Dalam proses penanganan, petugas lebih dahulu memangkas atap JPO sebelum melepas bagian gelagar jembatan.